Razia Polrestro Tangerang Jaring Ribuan Butir Obat Keras Ilegal, Tangkap Pengedar

Obat keras ilegal yang diamankan oleh Polrestro Tangerang Kota dalam operasi pada Senin 18/9 (dok. KM)
Obat keras ilegal yang diamankan oleh Polrestro Tangerang Kota dalam operasi pada Senin 18/9 (dok. KM)

TANGERANG (KM) – Mengantisipasi beredarnya obat-obatan terlarang, ditambah dengan masuknya obat jenis PCC yang belakangan ini menggegerkan sampai memakan korban jiwa, Polres Metro Tangerang Kota bekerjasama dengan BPOM dan Dinas Kesehatan Kota Tangerang, melakukan operasi ke toko obat yang berada di wilayah Kota Tangerang.

Dalam operasinya Tim Elang Cisadane Polres Metro Tangerang Kota, yang dipimpin Iptu Dikie, berhasil mengamankan salah satu pemilik toko sekaligus sebagai pengedar berinisial IBK (21) yang beralamat di Jalan Irigasi Sipon, RT 004/007, Poris Plawad Utara, Cipondoh, Kota Tangerang.

“IBK ditangkap karena melakukan transaksi dan penjualan obat tidak sesuai dengan undang-undang tentang kesehatan, karena selain tidak memiliki izin dari Kementrian Kesehatan, pelaku juga melakukan transaksi bebas tanpa menggunakan resep dokter, sementara obat yang dia edarkan merupakan obat yang peruntukannya harus menggunakan resep dokter,” ungkap Kapolres Metro Tangerang Kota, Kombes Pol Harry Kurniawan, yang didampingi oleh Wakapolres AKBP Harley serta perwakilan dari Dinkes Kota Tangerang Dr. Liza Puspadewi, ketika menjawab pertanyaan wartawan, saat melakukan konferensi pers, Senin (18/9).

“Anggota kami,” lanjut Kapolres, “masih melakukan penyelidikan terhadap pelaku-pelaku lainnya, karena diindikasikan masih ada pelaku lain yang belum terungkap. Ini sangat berbahaya terhadap para generasi kita, apalagi sasarannya anak-anak muda, bahkan banyak yang masih di bawah umur,” tambahnya.

Dalam kesempatan yang sama, Perwakilan Dinas Kesehatan Dr. Liza Puspadewi mengatakan, obat-obatan yang telah disita Polres Tangerang merupakan obat yang bisa dijual dengan resep dokter.

“Sebenarnya obat-obatan yang di sita oleh Polres boleh dijual di apotek atau toko obat, asalkan dipenuhi persyaratanya, yaitu mempunyai ijin untuk menjual obat dari Kemenkes RI, kemudian tidak boleh menjual obat tertentu tanpa menggunakan resep dokter,” pungkasnya dalam konferensi pers.

Sementara itu, selain pelaku yang sudah diamankan Tim Elang berhasil menyita ribuan butir obat berbagai merk dan uang tunai hasil penjualan sebesar Rp. 1,5 juta. Menurut keterangan dari Kapolres, tersangka kini diamankan di Mapolres Metro Tangerang Kota, dan dapat dijerat dengan pasal tentang undang-undang kesehatan, dengan hukuman maksimal 15 tahun penjara.

Reporter: Is
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*