Polres dan BNNK Bogor Tingkatkan Kewaspadaan Terhadap Peredaran Obat Keras Ilegal

(dok. KM)
(dok. KM)

BOGOR (KM) – Polres Bogor dan Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Bogor saat ini tengah mengantisipasi peredaran obat medis yang berbahaya jika dikonsumsi secara bebas tanpa resep dokter.

Kasat narkoba Polres Bogor, AKP Andri Alam Wijaya mengatakan, pihaknya sudah melakukan langkah pencegahan dengan melakukan sosialisasi kepada masyarakat terkait kandungan dalam obat tersebut. “Bukan obatnya yang salah, tapi penyalahgunaannya dilarang,” ujar AKP Andri saat dihubungi kupasmerdeka.com melalui WhatsApp kamis (21/9/2017).

Menurut AKP Andri, saat ini ada tujuh jenis obat yakni Paracetamol Caffeine Carisopradol (PCC), Megadon dengan zat aktif Nitrazepam, Rohypnol dengan zat aktif Flunitrazepam, Calmet 2 mg dengan zat aktif Alprazoram 2 mg, Dekstrometorfan, Tramadol produksi PT Promedhardjo, dan obat-obatan mengandung Carisoprodol. “Izin edarnya juga sudah dibatalkan dan tidak ada izin edar oleh BPOM,” terangnya.

“Narkoba jenis ini sangat membahayakan dan kami akan menyebar pamplet pemberitahuan ke sejumlah toko obat dan apotik terkait informasi tersebut,” katanya.

Pamflet yang disebarkan pihak Polres Bogor tentang obat keras yang dilarang penjualannya secara bebas (dok. KM)

Pamflet yang disebarkan pihak Polres Bogor tentang obat keras yang dilarang penjualannya secara bebas (dok. KM)

AKP Andri menegaskan, toko obat hingga apotik dilarang untuk menjual obat-obatan yang masuk dalam tujuh kategori itu. “Kalau masih ada yang jual ada sanksi hukumnya kepada si penjual, termasuk obat medis yang mengadung psikotropika harus menggunakan resep dokter,” tutupnya.

Reporter: Deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*