Kapolrestro Jaktim: “Masjid untuk Jaga Kedamaian, bukan untuk Bangkitkan Amarah Antarkelompok”

Peserta acara silaturahmi antara jajaran Polres Metro Jakarta Timur dengan tokoh agama, Rabu 20/9 (dok. kM)
Peserta acara silaturahmi antara jajaran Polres Metro Jakarta Timur dengan tokoh agama, Rabu 20/9 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Kapolres Metro Jakarta Timur Kombes Pol Andry Wibowo menggelar silaturahmi dan tatap muka dengan para ulama dan ustad serta da’i sewilayah Jakarta Timur kemarin (20/9).

Kegiatan tatap muka dengan para tokoh agama ini digelar dalam rangka untuk mensosialisasikan tentang tata cara dan isi dakwah Islam sesuai petunjuk dari Direktur Jenderal Agama Islam dan keputusan MUI.

Dalam kesempatan ini, Kapolrestro memberikan pandangannya bahwa ulama dan ustad sebagai pendidik dan pembina tentang masalah agama Islam dan sosial kemasyarakatan “sangat berperan dalam menjaga Kamtibmas”.

“Sebagai pendidik dan pembina agama Islam dan sosial kemasyarakatan di masjid-masjid, hendaknya mampu menjadi bagian dari pemerintah untuk membangun masyarakat yang akhlakul karimah yang bercirikan taat pada aturan dan pemerintah yang konstitusional,” ujar Kapolres.

Selain itu, Kapolres Metro Jakarta Timur juga mengajak mereka agar menjadikan tempat suci masjid dan mushola sebagai tempat yang mampu menjaga kedamaian dan kerukunan masyarakat, bukan tempat untuk membangkitkan amarah seseorang atau kelompok terhadap orang atau kelompok lain.

“Sebagai negara Pancasila yang Berketuhanan Yang Maha Esa, maka kita hendaknya menempatkan Tuhan di atas segala-galanya, karena dunia dan seisinya adalah kehendaknya, termasuk turunnya agama, wahyu sebagai tuntunan,” imbuh Kombes Andri.

Lanjut Kapolrestro menjelaskan, dalam sejarah dunia, konflik atas tafsir dan pengelompokan agama sudah terjadi sejak 200-300 tahun yang lalu, seperti yang tertuang dalam buku yang ditulis seorang penulis asal Amerika.

“Dalam buku tersebut, menceritakan secara detail konflik-konflik komunitas agama dalam bukunya tentang If The World Without Islam yang menggambarkan konflik atas dasar isu agama menjadi bagian peradaban sepanjang sejarah manusia. Tidak saja komunitas agama Islam tetapi juga Nasrani maupun Yahudi,” tuturnya.

Oleh karena itu, Kapolres meminta para tokoh agama agar bisa mengajak masyarakat untuk tabayun atas informasi apapun yang ada di sekitar, karena banyak kelompok menggunakan berbagai cara untuk menggangu kedamaian, kerukunan dan keamanan masyarakat demi kekuasaan yang ingin dituju.

“Untuk itulah, mari kita menjadi agen-agen yang menyebarkan kedamaian, kerukunan dan kesejukan di masyarakat ,sesuai makna dan arti kata ulama dan ustad,” imbuhnya.

Reporter: IS
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*