KSU HIMPASU Adukan Peristiwa Pengeroyokan Puluhan Anggotanya Kepada Staf Khusus Presiden

Pengurus KSU Himpasu berdialog dengan Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya di Istana Merdeka Jakarta beberapa waktu lalu (dok. KM)
Pengurus KSU Himpasu berdialog dengan Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya di Istana Merdeka Jakarta beberapa waktu lalu (dok. KM)

DELI SERDANG, SUMATERA UTARA (KM) – Pengurus dan Anggota Koperasi Serba Usaha Himpunan Masyarakat Prasejahtera Sumatera Utara (KSU Himpasu) menyambangi staf khusus Presiden Joko Widodo, Lenis Kogoya, Rabu 13/9, di Istana Merdeka, Jakarta, mengadukan nasib mereka.

“Kita yakini kalau Bapak Presiden Joko Widodo dan Staf Khusus Presiden RI, Lenis Kogoya, menyakini sangat sayang dengan pengurus dan anggota KSU Himpasu,” terang Ketua KSU Himpasu Antoni Sihombing didampingi Sekretaris Victor Sitanggang, Rabu (13/9).

Sebelumnya, ratusan anggota dan pengurus KSU Himpasu dipukuli Orang Tidak Dikenal (OTK) di Kantor Desa Bulu Cina, Kecamatan Hamparan Perak, Kabupaten Deli Serdang, Selasa (12/9/2017), namun anggota dan pengurus KSU itu mengaskan bahwa mereka “tetap solid dan komitmen dalam perjuangan.”

Saat itu, anggota KSU Himpasu yang didominasi ibu-ibu bergerak dari Kantor Himpasu di Diski, sekitar pukul 12.30 WIB, dengan rencana memasang plang di simpang depan Kantor Desa Bulu Cina.

Tiba-tiba, mereka dijumpai sejumlah anggota TNI, dikomandani Kapten Manik, yang mempertanyakan kedatangan anggota koperasi tersebut.

Ketua KSU Himpasu Antoni Sihombing di dampingi Sekretaris Victor Sitanggang menjelaskan kedatangan anggota dan pengurus hanya untuk “doa bersama” dan memasang plang mereka.

Namun setelah sekitar 10 menit dialog TNI dengan pengurus, tiba-tiba puluhan OTK dengan senjata, kayu, rotan, dan bambu memukuli anggota dan pengurus Himpasu.

“Sadis aksi mereka itu, para ibu-ibu juga ikut dipukuli, mobil angkot sewaan pengurus sekitar 9 unit kaca dipecahin, sepeda motor, 10 anggota dan pengurus mengalami luka-luka, patah-patah dan lainnya, ditaksir kerugian mencapai Rp 300 juta,” terang Antoni.

Antoni pun sempat ditahan anggota Koramil Hamparan, lalu dipukuli OTK, tapi dibiarkan orang tersebut.

Setelah dipukuli, Ketua  KSU Himpasu dibawa TNI ke Klambir 5, sekitar 3 km dari TKP, agar terlindung dari kebrutalan dan aksi biadab dari puluhan OTK itu, kemudian anggota Koramil itu pun pulang.

Anggota dan pengurus KSU Himpasu berencana ingin membalas, namun Ketua Antoni Sihombing mengingatkan kepada seluruh anggotanya agar menyerahkan semua kepada pihak berwajib untuk menyelidiki “siapa yang berbuat hukum rimba di Negara.”

“Kami atas nama Ketua Himpasu Antoni Sihombing dan Sekretaris Victor Sitanggang beserta seluruh anggota mendoakan Bapak Joko Widodo dan Staf Presiden RI Lenis Kogoya sehat selalu dan dalam lindungan Tuhan, sehingga segera ada tindakan konkrit terhadap nasib anggota dan pengurus,” beber Antoni Sihombing.

Reporter: RJ/Red
Editor: HJA

Komentar Facebook

1 Comment

  1. Tolong bantu kami bpk presiden dan bpk kapolri ri

Leave a comment

Your email address will not be published.


*