Harry Ara Buka Peluang Dampingi Bima Arya dalam Bursa Pilwalkot Bogor 2018

Walikota Bogor Bima Arya (kiri) dan balon walikota bogor Harry Ara (ist)
Walikota Bogor Bima Arya (kiri) dan balon walikota bogor Harry Ara (ist)

BOGOR (KM) – Menuju pemilihan walikota tahun depan, situasi politik Kota Bogor semakin menarik dengan menguatny beberapa figur alternatif dalam bursa calon walikota. Sementara itu, sisi petahana pun masih dianggap cukup kuat, dengan peluang koalisi Partai Amanat Nasional (PAN) dan Partai Gerindra mulai terbuka.

“Bima Arya yang juga politisi¬†sekaligus ketua DPP PAN dinilai berbagai kalangan sangat layak untuk maju kembali sebagai Walikota Bogor periode kedua,” tutur Harry Ara, aktivis advokat yang juga salah satu bakal calon walikota Bogor.

Menurut Ara, jika pasangan calon wakil walikotanya memiliki chemistry, ke depannya peran wakil walikota dapat optimal dan “sangat sinergis” untuk pelayanan publik Kota Bogor. “Jangan sampai calon wakil walikota ke depan tidak sinergis dan justru akan menghambat roda pemerintahan,” katanya, Jumat (8/9).

Sementara saat ditanya terkait pencalonan dirinya, Harry mengatakan, “saya belum mau berandai-andai, masih mau fokus menjalankan tugas sebagai anggota Tim Percepatan Pelaksanaan Prioritas Pembangunan (TP-4) Kota Bogor,” ucapnya.

Sambung Ara, yang juga sekaligus pembina Gerakan Rakyat Bogor Bersatu (GR2B) mengatakan, selain revitalisasi pasar, konversi angkot, penanggulangan kemiskinan yang didalamnya terdapat kawasan kumuh, dan penataan pedagang kaki lima (PKL) juga merupakan prioritas dari walikota Bogor untuk masa jabatan berikutnya.

“Rencana bagaimana mengurai kemacetan di tengah Kota Bogor, terutama sekitar stasiun Bogor sedang diupayakan bersama seluruh stakeholders,” lanjutnya.

“Solusinya dengan rencana membangun stasiun kecil di Sukaresmi, sehingga konsentrasi penumpang di stasiun kota Bogor dapat berkurang maksimal hingga 5 ribu orang per harinya beralih berangkat dan pulang kerja dari stasiun Sukaresmi,” lanjutnya.

Dia mengungkapkan, saat ini, tugas di TP4 masih sangat berat. “Namun saya secara pribadi tergantung Bapak 08 saja [Prabowo Subianto]. Tapi kalau berpasangan dengan kang Bima ya tentu lebih mudah karena beliau sudah seperti keluarga saya sendiri jadi tinggal gas pol aja untuk pelayanan publik Kota Bogor ke depan,” pungkasnya.

*RED

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*