Gubernur NTB Isi Tausiah di Perayaan Tahun Baru Hijriyah di Subang

Gubernur Nusa Tenggara Barat (tengah) diapit Wagub Jawa Barat Deddy mizwar (kiri) dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (dok. KM)
Gubernur Nusa Tenggara Barat (tengah) diapit Wagub Jawa Barat Deddy mizwar (kiri) dan Walikota Bandung Ridwan Kamil (dok. KM)

BANDUNG (KM) – Gubernur Provinsi Nusa Tenggara Barat M. Zainul Majdi didampingi Wagub Jawa Barat Deddy Mizwar dan Walikota Bandung Ridwan Kamil di Subang, Jawa Barat, menyampaikan tausiah di hadapan sejumlah ulama alumni Timur Tengah, dengan menguraikan makna Hijrah Nabi. Dalam ceramahnya itu, Zainul Majdi memaparkan bahwa hijrah tidak identik dengan perjalanan ‘eksodus’ yang “mengisyaratkan kekalahan dan kepasrahan.”

“Hijrah dalam Islam tidak semata-mata berkonotasi mobilitas dan transformasi fisik dari satu tempat ke tempat yang lain. Hijrah juga bisa berkonotasi nonfisik, yaitu bertransformasi dari keadaan buruk ke keadaan yang lebih baik, atau dari zona tidak aman dan tidak nyaman ke zona yang lebih aman dan nyaman,” kata Gubernur NTB.

Selanjutnya, pria yang akrab disapa dengan sebutan Tuan Guru Bajang (TGB) ini menyampaikan bahwa “spirit dan semangat hijrah Nabi sesungguhnya lebih tepat diartikan dalam pengertian terakhir.”

“Hal ini bisa difahami dari hadis Nabi melalui riwayat Saleh ibn Basyir ibn Fudaik yang menceritakan suatu ketika Fudaik mendatangi Nabi dan mengatakan, ya Rasulullah, mereka mengira bahwa mereka yang tidak hijrah akan celaka. Nabi menjawab, Wahai Fudaik, dirikanlah salat, keluarkanlah zakat, jauhi kejahatan, dan tinggallah bersama kaummu sesuka hatimu. Dengan cara demikian sesungguhnya Anda telah berhijrah.”

Selain itu TGB menambaHkan, semangat hijrah sesungguhnya ialah penciptaan kondisi yang lebih kondusif untuk menjalankan fungsi dan kapasitas kita sebagai “hamba dan khalifah di bumi.”

“Jika di dalam suatu tempat tidak bisa atau sulit mewujudkan kedua fungsi dan peran yang diamanahkan Tuhan itu, di situ ada tantangan untuk hijrah. Akan tetapi, jika tantangan itu tidak muncul, tidak ada keharusan untuk hijrah,” terang TGB.

Reporter: Gumilar/red
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*