Begal dan Korban Jatuh dari JPO Tol Jatiwarna, Massa Tumpah ke Jalan Tol

Pelaku dan korban pembegalan yang jatuh dari JPO di atas jalan tol JORR, Jatiwarna, Bekasi, Selasa malam 19/9 (dok. KM)

​BEKASI (KM) – Kawasan sekitar jalan Tol JORR di Jatiwarna Selasa 19/9 malam tiba-tiba ramai dengan kerumunan massa. Dalam pantauan awak media KupasMerdeka.com, warga yang mayoritas dari sekitar Pasar Kecapi semula berkerumun di luar pagar Tol, kemudian berhamburan menerobos ke dalam area Tol Jatiwarna. Kejadian tersebut menyusul jatuhnya 2 orang dari jembatan penyeberangan di atas tol JORR. Peristiwa nahas tersebut diduga barawal dari upaya pembegalan motor yang gagal.

“Saya tadi itu lagi duduk di atas jembatan penyeberangan dengan kawan saya Irvanto. Tiba-tiba ada 3 orang gunakan penutup wajah mendekati saya dan Irvan sambil nodongin saya dengan gunakan clurit. Ya saya spontan teriak ‘rampok!’ yang dua orang kabur, nah yang satu lagi pegang clurit berantem dengan Irvan sampai kawat pembatas jembatan jebol. Akhirnya Irvan dengan penodong jatuh dari atas jembatan,” tutur Haryanti, salah satu saksi mata. 

Menurut Togar, salah satu warga sekitar TKP, JPO itu memang jika malam jam 19:30 saja sudah sepi dan gelap. “Paling-paling ujung jembatan saja. Di tengahnya gelap. Nah karena gelap lah ABG labil sering pula dimanfaatin untuk nongkrong dan pacaran. Kita warga kadang sudah capek ngusir-ngusirin. Apalagi pihak Tol lebih cuek pula dengan kondisi gelap,” Geram Togar.

15 menit pasca kejadian, pihak keamanan Tol Jatiwarna tiba di lokasi kejadian, menanyakan hal kejadian tersebut kepada Haryanti dan segera mengamankan kendaraan motor yang ditumpangi Yanti bersama Irvan di salah satu rumah warga.

Tak lama berselang setelah aparat Keamanan Tol menghubungi petugas PJR (Patroli Jalan Raya), mobil PJR tiba dengan petugas Polsek Pondok Gede. Mereka mendapati pelaku dan korban tergeletak secara bersebelahan. Ketika tim Polsek Pondok Gede melakukan olah TKP, terduga pelaku pembegalan yang tanpa identitas sudah tewas di tempat, sementara Irvan masih mengerang kesakitan dan luka parah. Ia pun dijemput dengan Ambulans Tol 15 menit kemudian.

“Anak saya Irvan dari habis magrib udah saya larang gak usah pergi kemana-mana. Eh tiba-tiba pinjem motor adiknya bilangnya sebentar kok. Tau-tau saya dapet telepon, Irvan kecelakaan dan dibegal. Irvanto sekarang berumur 24 tahun. Itu perempuan gak tau, setahu saya bukan pacarnya dan saya belum pernah kenal,” kata orang tua korban, Aryanto, di lokasi kejadian.

Pelaku yang suduh tewas di tempat dan korban langsung dibawa menggunakan Ambulans dalam satu mobil menuju RS. Polri Kramat Jati.

“Pelaku kemungkinan tewas karena benturan keras pada kepala saat ia terjatuh dari atas jembatan. Usia pelaku sekitar 20 tahun dan berjenis kelamin laki-laki,” jelas Irma, dokter jaga di RS tersebut.

Saat pukul 00:05 WIB, tim medis IGD RS Polri memanggil keluarga Irvanto dan menyampaikan bahwa Irvan nyawanya sudah tidak bisa tertolong lagi karena luka parah pada tangan karena terkena sabetan celurit pelaku dan pendarahan pada kepala dan hidung. Kabar tersebut sontak membuat keluarga korban menangis histeris. 

Reporter: Gie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*