Anjungan Jambi Perkenalkan “Lacak” dan “Tengkuluk” Kepada Mahasiswa UMN

Deny Husni dari Anjungan Jambi TMII saat memberikan cinderamata pada Rektor UMN Ninok Leksono, Rabu pagi 13/9 (dok. kM)
Deny Husni dari Anjungan Jambi TMII saat memberikan cinderamata pada Rektor UMN Ninok Leksono, Rabu pagi 13/9 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Setelah menampilkan Tari Sekapur Sirih dan Pameran Produk Unggulan UKM daerah Jambi yang masih akan berlangsung hingga Jumat 14 September 2017, siang tadi, Rabu 12 September 2017 Anjungan Jambi di Taman Mini Indonesia Indah (TMII) memperkenalkan penutup kepala laki-laki dan perempuan Melayu Jambi yakni Lacak dan Tengkuluk kepada civitas akademika Universitas Multi Media Nusantara, Serpong, yang dibungkus dalam paket kegiatan worksop “Tengkuluk Melayu Jambi” pada acara Festival Budaya Nusantara UMN 2017.

“Kita sudah sering mendampingi ibunda Hj. Ratu Munawarrah, juga dengan ibu Sherin Tharia, bahkan bersama Bapak Gubernur Jambi dalam memperkenalkan lacak dan tengkuluk Jambi di Jakarta. Insya Allah kita yang di Jakarta konsisten, bahwa bagaimana lacak dan tengkuluk ini agar bisa diterima dan dimasyarakatkan tidak hanya di daerah Jambi, tapi juga di luar Jambi. Ada nilai-nilai luhur saat kita mengenakan lacak dan tengkuluk, ini asli milik dan budaya kita,“ ujar pengelola publikasi dan informasi Anjungan Jambi TMII Jakarta, Deny Husni.

“Alhamdulillah, meski waktu yang diberikan kepada kita sangat singkat, selain memperkenalkan lacak dan tengkuluk, kita juga berhasil mengajarkan cara mengenakan tengkuluk Jambi. Setidaknya ada 3 orang mahasiswi yakni Risti, Fitria dan Via telah bisa kita percayakan untuk menularkan ilmunya kepada rekan-rekan Civitas Mahasiswa UMN,” sambungnya

Mahasiswa UMN saat menghadiri Workshop budaya Jambi (dok. KM)

Mahasiswa UMN saat menghadiri Workshop budaya Jambi (dok. KM)

Dalam kegiatan ini, bukan hanya para mahasiswa yang antusias dengan pertanyaan-pertanyaan seputar lacak dan tengkuluk, Wartawan senior Kompas yang juga Rektor Universitas Multimedia Nusantara Ninok Leksono yang turut mengabadikan jalannya workshop pemakaian tengkuluk, juga mengajukan pertanyaan.

“Namanya sudah benar lacak ya? Siapa saja yang boleh memakai Lacak ini?” tanya sang Rektor.

Ninok yang didaulat untuk menentukan siapa peserta terbaik dalam mengenakan tengkuluk, akhirnya mendapatkan cinderamata sebuah Lacak Jambi dan langsung mengenakannya.

“Saya senang sekali dengan lacak ini, dan ini akan membuat saya selalu ingat dengan Jambi” ujar Ninok.

Reporter: Gie
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*