Ternyata, Barang Sitaan KPK Banyak yang tidak Didaftarkan di Rupbasan

Anggota Pansus Angket KPK di DPR Taufiqul Hadi saat jumpa pers usai RDP, Selasa 29/8 (dok. KM)
Anggota Pansus Angket KPK di DPR Taufiqul Hadi saat jumpa pers usai RDP, Selasa 29/8 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Pansus Angket KPK kembali menemukan sejumlah kejanggalan dalam tata kelola barang hasil sitaan dan rampasan oleh KPK. Kejanggalan tersebut didapat saat terjadi Rapat Dengar Pendapat yang dihadiri oleh Plt. Dirjen Pemasyarakatan KemenkumHAM, Direktur Rupbasan dan kepala Rupbasan se-Jakarta.

Dalam RDP tersebut terungkap bahwa KPK tidak mendaftarkan semua barang sitaan hasil korupsi ke rumah penyimpanan benda sitaan negara (rupbasan). “Ini sudah tidak sesuai dengan perintah undang-undang dalam pasal 44 ayat 1 KUHAP yang menyatakan bahwa aset-aset yang disita harus diserahkan ke rupbasan,” ujar ketua Pansus Angket KPK Agun Gunanjar.

Seluruh kepala rupbasan se-Jakarta pun mengungkapkan bahwa tidak ada aset berupa tanah dan gedung yang didaftarkan di rupbasan termasuk aset sitaan hasil korupsi Nazarudin yang bernilai 550 M yang sudah berkekuatan hukum sejak 2016, yang ada hanya barang bergerak seperti mobil dan motor saja.

“Ini kan suatu keanehan dan kejanggalan ternyata dari sitaan 550 Milyar yang diserahkan KPK hanya 1 unit mobil Velfire saja… berarti ini jadi rekor mobil termahal didunia,” ujar Masinton Pasaribu yang juga wakil ketua pansus angket KPK saat wawancara usai RDP.

Anggota pansus lainnya Taufiqul Hadi juga mengatakan, “cukup mengejutkan bahwa banyak sekali yang tidak didaftarkan ke rupbasan, misalnya ada tanah, gedung yang sudah disita bertahun tahun itu tidak didaftarkan.”

Reporter: Soedrajat, Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: