Puskesmas Caringin Enggan Berikan Bantuan Ambulan Bagi Korban Kecelakaan Maut

Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan maut di Cigombong, Selasa 29/8 pagi (dok. KM)
Proses evakuasi jenazah korban kecelakaan maut di Cigombong, Selasa 29/8 pagi (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dua petugas piket UPT Puskesmas Caringin menolak permintaan anggota Unit Lalu Lintas Polsek Cijeruk-Cigombong yang meminta bantuan mobil ambulan UPT Puskesmas Caringin untuk membawa jenazah korban kecelakaan yang terjadi di Kampung Gembrong RT 02/07 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, tepatnya di depan mesjid di kawasan Agro Lengis, Selasa 29/8 dini hari.

Dituturkan anggota Unit Lantas Polsek Cijeruk-Cigombong Briptu Debrian Tanjung, pasca kecelakaan sekitar pukul 05.00 WIB, dia mendatangi UPT Puskesmas Caringin untuk meminta bantuan ambulan. Namun tak disangka, dua petugas wanita yang tengah berjaga di UPT Puskesmas Caringin menolaknya.

“Saya ke Puskesmas Caringin sekitar pukul 5 subuh untuk minta bantuan ambulan buat bawa jenazah korban. Tapi dua petugas ibu-ibu yang piket menolak. Katanya ambulan UPT Puskesmas Caringin tidak diperbolehkan untuk membawa jenazah,” ujar Briptu Debri.

Setelah berkoordinasi dengan atasannya, akhirnya Briptu Debri menghubungi UPT Puskesmas Cigombong untuk meminta bantuan ambulan, yang tidak lama berselang meluncur ke tempat kejadian kecelakaan maut tersebut.

Puskesmas Caringin enggan memberikan bantuan ambulans, akhirnya pihak Kepolisian mendapat bantuan ambulans dari Puskesmas Cigombong untuk mengevakuasi jenazah korban kecelakaan maut (dok. KM)

Puskesmas Caringin enggan memberikan bantuan ambulans, akhirnya pihak Kepolisian mendapat bantuan ambulans dari Puskesmas Cigombong untuk mengevakuasi jenazah korban kecelakaan maut (dok. KM)

Bertentangan dengan keterangan Briptu Debrian, saat dikonfirmasi awak media melalui telepon, kepala UPT Puskesmas Caringin dr. Doddy menyatakan bahwa pihaknya sedianya akan mengirimkan ambulan untuk evakuasi korban kecelakaan tapi dibatalkan karena pihak kepolisian Caringin sudah menghubungi puskesmas Cigombong, dan beberapa saat kemudian ambulan tersebut tiba. Doddy bahkan mengaku ikut juga membantu evakuasi jenazah korban tersebut bersama anggota Unit Lalu Lintas Polsek Cijeruk-Cigombong Briptu Debrian Tanjung.

Namun, pernyataan Kepala UPT Puskesmas Caringin itu dibantah oleh Briptu Debrian Tanjung. Menurutnya yang bersangkutan telah memberikan pernyataan bohong. “Pernyataan bohong itu! Saya yang denger langsung dan saya yang langsung ke Puskesmas Caringin tadi pagi jam 5 untuk minta ambulan, karena nunggu dari Cigombong cukup lama,” tandas Briptu Debrian Tanjung.

Puskesmas Caringin dengan ambulans nya yang diklaim oleh stafnya "tidak boleh dipergunakan untuk jenazah" (dok. KM)

Puskesmas Caringin dengan ambulans nya yang diklaim oleh stafnya “tidak boleh dipergunakan untuk jenazah” (dok. KM)

Kecelakaan maut yang terjadi di Kampung Gembrong RT02/07 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong selasa dinihari sekitar pukul 4.00 WIB itu melibatkan sepeda motor jenis Yamaha Vega R dengan no polisi F-6343-BF dengan truk box ekspedisi perusahaan air minum PT. Club dengan no polisi D-9078-AG.

Kecelakaan terjadi saat truk box ekspedisi yang tengah parkir di bahu jalan itu ditabrak pengemudi sepeda motor dari bagian belakang hingga pengendara sepeda motor yang diketahui berprofesi sebagai pengojek bernama Maing (62) warga Kampung Lengis RT 02/05 Desa Ciadeg, Kecamatan Cigombong, tewas di tempat dengan luka serius dibagian kepala.

*Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.