Duh, Proyek Jalan Gedong Sawah Diduga Dikerjakan Asal-Asalan

Proyek Betonisasi di Jalan Gedong Sawah, Kota Bogor (dok. KM)
Proyek Betonisasi di Jalan Gedong Sawah, Kota Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ketersediaan sarana infrastruktur yang memadai menjadi salah satu kebutuhan pokok masyarakat. Jalan, jembatan, pasar, masjid maupun sekolah adalah contoh sederet sarana infrastruktur yang tak bisa dilepaskan dari kehidupan masyarakat sehari-hari.

Dalam pantauan KM di lapangan, betonisasi di ruas jalan Gedong Sawah, Kecamatan Bogor Tengah, Kota Bogor, diduga dikerjakan asal-asalan. Misalnya, pada permukaan sebelum dibeton tidak dilakukan pemadatan permukaan, tapi langsung ditimbun dengan beton. Sehingga kondisi di bawah berpotensi rapuh hingga mengurangi kekuatan betonnya. Pelebaran jalan berada di bawah tanggung jawab Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (DPUPR) Pemerintah Kota Bogor.

Menurut Koordinator Investigasi di Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman, ditetapkannya CV. Gunung Subang sebagai pemenang untuk proyek tersebut dinilai “sangat janggal”.

Menurutnya, perusahaan yang beralamat di Jl. Ciherang Gede No. 57 Rt. 001/001 Desa Ciherang Kecamatan Dramaga Kabupaten Bogor, terbilang sangat beruntung memenangkan proyek tersebut. “Karena nilai kontrak yang ditawarkan sebesar Rp705.676.000 untuk proyek tersebut terbilang mahal,” kata Jajang saat dihubungi melalui pesan Whatsapp.

Ia pun menyebut bahwa pihak Dinas PUPR Pemerintah Kota Bogor tetap memangkan CV. Gunung Subang meskipun sebenarnya ada tawaran lebih efisien dari empat perusahaan lainnya. “Contohnya tawaran dari CV. Kiara Arya yang berani memberikan tawaran senilai Rp601.850.000 namun tetap digugurkan,” katanya.

“Biasanya pihak pemerintah dalam hal ini Dinas PUPR beralasan digugurkannya perusahaan dengan tawaran terendah karena tidak memenuhi kriteria untuk menjalankan proyek yang akan dijalankan. Namun, kriteria tersebut seringkali dijadikan akal-akalan oknum tidak bertanggungjawab untuk memenangkan perusahaan tertentu,” jelas Jajang.

Dalam proyek pelebaran Jalan Gedong Sawah Kota Bogor, Jajang mengungkap indikasi adanya dugaan mark up dan kongkalikong antara oknum Dinas PUPR dengan pihak yang memenangkan proyek. “Bahkan sejak proses lelang, sudah ditemukan potensi kebocoran senilai Rp 140 juta lebih. Apalagi, jika di lapangan proyek yang dikerjakan CV. Gunung Subang tidak sesuai perjanjian kontrak. Hal tersebut semakin memperjelas ada yang tidak beres dengan proyek tersebut,” sambungnya.

“Center for Budget Analysis mendorong pihak berwenang khususnya Kejaksaan Negeri Kota Bogor untuk membuka penyelidikan terhadap proyek Pelebaran Jalan Gedong Sawah,” tegasnya.

Sementara itu, menurut Wahyudin yang berprofesi sebagai konsultan konstruksi, pengerjaan betonisasi tergantung peruntukan jalan. “Jika memang banyak dilewati truk besar harus ada kajian berlanjut, tidak sembarangan tembak tebal beton saja,” katanya.

Menurutnya, pengerjaan selesai beton baru bisa diaspal untuk kenyamanan pengguna jalan. “Kalau dilihat pembetonan kurang benar, karena pembesian juga bisa saja. Untuk menahan kekuatan tarik dan gesekan dari mobil-mobil pengguna jalan sehingga tidak rawan runtuh. Pembetonan tanpa pembesian kurang tahan terhadap kekuatan tarik yang terjadi karena volume kendaraan yang terus menerus, bagus kalau ada pembesian sebelumnya,” katanya.

Reporter: FG, Deva
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: