Direktur Lemkaspa Dorong Kawula Muda untuk “Kuasai Parlemen”
JAKARTA (KM) – Nama Samsul Bahri sudah tidak asing lagi di kalangan publik Aceh saat ini. Semenjak dua tahun terakhir sepak terjangnya dalam menyuarakan kepentingan masyarakat Aceh terus digaungkan bersama rekan-rekannya. Kehadiran sosok pria kelahiran Sabang pada 27 Mei 1983 silam, bertekad untuk terus bergerak dalan perjuangan kepentingan masyarakat, walaupun harus merangkah di atas cadas.
Saat ini Samsul Bahri yang juga menjabat sebagai salah satu Direktur Lembaga Kajian Strategis dan Kebijakan Publik (Lemkaspa), kembali mengajak kawula muda Aceh untuk kuasai Parlemen pada Pemilu 2019. Hal ini diutarakan langsung olehnya saat diwawancarai oleh salah satu kontributor media di kediamannya beberapa waktu lalu.
Dalam wawancaranya, Samsul mengungkapkan rasa prihatin dengan kondisi Aceh akhir-akhir ini, yaitu menyangkut dengan peredaran jenis obat-obat terlarang. “Saya sangat prihatin dengan kondisi Aceh saat ini,” tuturnya, “coba kita lihat tiap hari ada saja pemberitaan mengenai penangkapan bandar sabu-sabu maupun pemakainya. Ini menunjukkan kondisi Aceh menegenai peredaran narkoba sudah sangat mengkuatirkan generasi muda Aceh sebagai estafet kepemimpinan generasi berikutnya,” kata Samsul.
Lebih lanjut Samsul juga mengungkapkan bahwa masalah narkoba di Aceh tidak bisa dianggap sepele dan hal biasa. “Ini sudah memasuki pada fase siaga. Bagaimanapun tidak baru-baru ini kita dikejutkan dengan tangkap basah salah satu dewan terhormat dalam penggunaan obat-obat terlarang. Ini salah satu bukti nyata bahwa narkoba sudah merambah pada level atas para kalangan elit politik. Makanya saya mengajak kawula muda Aceh di seluruh kabupaten kota untuk kuasai parlemen pada 2019 nanti,” ujarnya.
Pada kesempatannya dia juga menambahkan, “kedepan harus kita dorong jiwa-jiwa muda Aceh untuk berani membawa Aceh ke arah yang lebih maju dan bersih dari pada obat-obat terlarang. Generasi muda adalah sebagai agen perubahan ke depan. Maka dalam hal ini yang harus kita dorong adalah kawula muda Aceh untuk berani maju dan tampil dalam membangun Aceh ke arah yang lebih baik dan bermartabat,” lanjutnya.
Di sela-sela wawancaranya ketika ditanya langsung tentang keikutsertaan dirinya dalam Pileg 2019, dirinya mengaku belum memikirkan ke arah sana.
“Jujur saja, memang ada dorongan dari kolega dan rekan untuk maju pada 2019, akan tetapi ini semua perlu saya pikirkan juga terlebih dulu, saya rasa masih terlalu dini untuk memutuskan hal tersebut. Nanti kalau sudah pasti akan saya umumkan ke publik,” sambungnya, sambil menutup pembicaraan.
*Red
Leave a comment