Legislator: “Pembangunan Gedung Baru DPR Jangan Lukai Sentimen Masyarakat”

Politisi PKS Mahfudz Siddiq memberi keterangan kepada media (dok. KM)
Politisi PKS Mahfudz Siddiq memberi keterangan kepada media (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Wacana pembangunan Gedung DPR RI kembali mencuat bersamaan adanya usulan kenaikan anggaran 2018 sebesar Rp 5,7 triliun. Angka ini naik Rp 1,4 triliun dari pagu anggaran 2017.

Sebagian dari anggaran DPR itu diusulkan guna pembangunan kompleks anggota Dewan di lahan bekas Taman Ria Senayan. Rencananya, kompleks DPR yang ada di Kalibata akan dipindahkan ke Taman Ria Senayan.

Sementara Anggota Komisi IV DPR dari Fraksi PKS Mahfudz Siddiq mengatakan, harus bisa berkoordinasi dengan baik kepada stake holder dan seluruh masyarakat agar tidak terus terjadi pro dan kontra.

“Dan kalaupun DPR menambah Gedung baru, bagaimana Gedung baru itu yang dianggap rasional yang dianggap layak oleh masyarakat, jangan sampai melukai sentimen masyarakat yang sekarang sedang mengalami kesulitan secara ekonomi,” ujar Mahfud.

Dari segi urgensi, lanjut Mahfud, “urgen sekali”.

“Namun seperti apa Gedungnya, berapa anggarannya itu yang harus diperhitungkan secara baik-baik ya, agar jangan sampai menimbulkan opini negatif di masyarakat, itu aja,” tegas Mahfud, Rabu 16/8 usai rapat paripurna tahunan, kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta.

Lebih lanjut kata Mahfud, “saya sebagai anggota misalnya satu ruangan diisi oleh enam orang, sangat sesak, sangat sempit, dan itu perlu perluasan dan menurut saya gak perlu Gedung baru yang betul-betul megah, hebat begitu, sehingga ada Gedung tambahan, sehingga anggota bisa pindah ke gedung tambahan yang baru, kalau menurut saya itu aja,” pungkas mantan ketua Komisi I DPR RI itu.

Reporter: Indra Falmigo
Editor: HJA

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: