Minim Penyerapan Anggaran, CBA Sarankan Jokowi Reshuffle 5 Kementerian Ini
JAKARTA (KM) – Salah satu pertimbangan yang dapat menjadi rujukan Presiden Joko Widodo dalam melakukan perombakan di tubuh kementerian yang dipimpinnya, adalah terkait daya serap anggaran masing-masing kementerian. Lambatnya penyerapan anggaran mengindikasikan sebuah kementerian tidak punya konsep perencanaan yang matang, jelas dan terukur. Tidak adanya konsep perencanaan penggunaan anggaran secara riil tentu akan berdampak pada munculnya sejumlah kesulitan dalam mengarahkan penggunaan anggaran dengan tepat sasaran akibatnya daya serap anggaran yang minim.
Itulah pernyataan yang disampaikan oleh Koordinator Investigasi di Center for Budget Analysis (CBA), Jajang Nurjaman, dalam edaran pers nya yang diterima KM kemarin, 15/7.
Menurutnya, lemahnya daya serap anggaran di kementerian “jelas tidak sesuai dengan pola kerja Jokowi, yang menuntut masing-masing menterinya bekerja dengan maksimal, termasuk dalam penggunaan dan pemanfaatan anggaran.”
Pihaknya menilai terdapat beberapa kementerian yang layak direshuffle karena daya serap anggarannya dalam semester 1 tahun anggaran 2017 rendah. Kementerian tersebut adalah:
1. Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) daya serap 7,3 persen setara 229,5 miliar
2. Kementerian Kelautan dan Perikanan (KKP) daya serap 15,8 persen setara RP 1,4 triliun.
3. Kementerian Perdagangan (Kemendag) daya serap 16,1 persen setara 554,6 miliar.
4. Kementerian Pariwisata (Kemenpar) daya serap 19,1 persen setara 728,5 miliar.
5. Kementerian Tenaga Kerja (Kemnaker) daya serap 22,6 persen setara Rp 783,5 miliar.
*Red
Leave a comment