Pengamat Soroti Banyaknya Proyek Bocor di Kemendikbud

Koordinator Investigasi LSM Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman (dok. KM)
Koordinator Investigasi LSM Center for Budget Analysis (CBA) Jajang Nurjaman (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Lagi, pengamat kebijakan publik dari Center for Budget Analysis (CBA) menyoroti potensi kebocoran dalam proyek-proyek pemerintah pusat. Kali ini, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan, khususnya dalam  program Pembinaan Pendidikan Khusus (PK) dan Layanan Khusus, (LK), yang dijalankan oleh Direktorat Pembinaan PK dan LK.

Salah satu program yang dijalankan Direktorat Pembinaan PK dan LK pada 2017 adalah pengadaan tenda untuk sekolah darurat pasca bencana. Program tersebut dilaksanakan selama bulan Maret, berpusat di Jalan RS. Fatmawati, Cipete, Jakarta Selatan.

“Untuk pengadaan tenda yang dikhususkan bagi sekolah darurat pasca bencana tersebut, Kemendikbud menyiapkan anggaran sebesar Rp. 3.588.906.250,” jelas Jajang Nurjaman, koordinator investigasi CBA, kepada KM kemarin 3/5.

Pihaknya menemukan kejanggalan dalam proyek tersebut yang berpotensi merugikan negara.

“Perusahaan yang memenangkan pengadaan tenda untuk sekolah darurat pasca bencana adalah PT. Cipta Solusi Indopratama yang beralamat di Ruko Sentra Niaga Blok F No. 23 Green Lake City, Jln. Kresek Raya, Duri Kosambi, Kec. Cengkareng, Jakarta Barat DKI Jakarta. Nilai kontrak yang disepakati Kemendikbud dengan perusahaan tersebut sebesar Rp3.355.000.000,” ungkapnya.

Angka Rp 3,3 miliar lebih yang diminta PT. Cipta Solusi Indopratama itu dinilai CBA “sangat mahal dan tidak masuk akal.”

“Padahal standar harga untuk proyek tersebut ada di kisaran tidak lebih dari Rp. 2,5 miliar, misalnya seperti yang ditawarkan PT Topas Jaya Mandiri senilai Rp2.442.000.000. Namun digugurkan pihak Kemendikbud beserta 6 perusahaan lainnya yang tawarannya lebih masuk akal dan murah,” sambungnya.

“Karena ulah pihak Kemendikbud tersebut ditemukan potensi kebocoran uang negara sebesar Rp1.146.906.250 hal tersebut amat disayangkan, bukannya melakukan efisiensi agar uang negara dapat dimanfaatkan untuk program lainnya guna mendongkrak mutu pendidikan, yang terjadi uang sebesar Rp1.1 miliar lebih malah dihambur-hamburkan,” kesalnya.

*Red

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.