Mendagri: “Pemda Harus Cermati Gelagat dan Dinamika Masyarakat di Semua Tingkatan”
JAKARTA (KM) – Pemerintah baik di pusat maupun daerah diminta agar selalu bersinergi dalam mencermati setiap permasalahan yang muncul di wilayah kerjanya maupun permasalahan di sekitar yang juga berpotensi akan menimbulkan permasalahan di wilayah kerjanya, baik permasalahan kemasyarakatan, maupun permasalahan yang terjadi akibat bencana alam.
Hal itu diungkapkan Menteri Dalam Negeri (Mendagri) Tjahjo Kumolo dalam Rapat Koordinasi Nasional (Rakornas) Sosialisasi Kebijakan Direktorat Jenderal (Ditjen) Bina Administrasi Kewilayahan (Binadwil) di Jakarta, Rabu 10 Mei 2017 pukul 09.00 WIB.
Di hadapan para Gubernur, Bupati dan walikota penerima penghargaan untuk Penyelesaian Batas Wilayah Administrasi Pemerintahan, Kepala BNPB dan peserta Rakornas, Mendagri yang berbicara selama hampir 1 jam itu selain memberikan wejangan kepada para peserta Rakornas dan kepala daerah juga menyampaikan secara panjang lebar poin-poin yang dianggapnya penting sebagai hasil rakornas yang dilaksanakan selama 3 hari mulai dari tanggal 8 s/d 10 Mei 2017 itu.
Menteri Tjahjo berpesan agar pemda mencermati setiap gelagat dan dinamika yang terjadi di masyarakat, baik nasional maupun daerah, dan menyoroti perilaku beberapa kepala daerah yang dinilainya kurang respect terhadap permasalahan di wilayahnya.
Dalam rangka mewujudkan sinergitas antara pejabat pusat dan daerah, ada 3 hal penting yang akan ditempuh Mendagri.
Yang pertama, meningkatkan fungsi pelayanan jajaran pemerintahan, termasuk perizinan, kemudahan-kemudahan, mempercepat setiap proses, termasuk dukungan bantuan-bantuan. “Ini akan bisa terwujud jika jajaran pemerintahan kita solid, gotong royong, membangun komunikasi yang baik dengan instansi terkait, dengan tokoh masyarakat, dengan tokoh adat, dengan tokoh agama, dengan Forkompida, dengan DPRD, dan dengan media massa,” terangnya.
Yang kedua, Mendagri menghimbau kepada setiap kepala daerah agar mampu mencermati daerahnya, termasuk kategori desa, kecamatan, atau Kabupaten/Kota.
“Ada daerah yang setiap tahun menjadi langganan bencana banjir, ada daerah yang setiap tahun terjadi kebakaran hutan. Jadi yang banjir, yang longsor dan yang kebakaran hutan, ini bisa dijadikan contoh, soal kebakaran hutan, dimana setiap tahun yang terjadi kebakaran hutan ya desanya, ya kecamatannya selalu selalu itu-itu saja, ini bagaimana?†tanya Mendagri.
“Kepala Daerah harus mampu memahami kondisi wilayahnya, mana daerahnya yang rawan bencana, misalkan daerah rawan bencana gunung berapi, mana daerah pantai, mana yang berpotensi tsunami, kepala daerah harus mampu mengkoordinir permasalahan ini dengan baik,†ujar Tjahjo yang berbicara dengan bersemangat tanpa menggunakan teks.
Poin ketiga yang disampaikan politisi PDIP itu adalah bahwa kepala daerah harus mampu memaksimalkan pemanfaatan tenaga Satpol PP dan Damkar, baik untuk pelayanan kepada masyarakat yang tertimpa musibah bencana, juga untuk mengamankan dan menegakkan Perda.

Mendagri Tjahjo Kumolo beserta sejumlah kepala daerah saat penutupan Rakornas Sosialisasi Kebijakan Ditjen Binadwil di Jakarta 10/5 (dok. M. Hasan/KM)
“Dengan segala permohonan maaf, Pemerintah pusat belum bisa memberikan tingkat kesejahteraan yang maksimal kepada anggota Satpol PP dan Pemadam Kebakaran. Kami sudah berbicara kepada para Gubernur, untuk mengidentifikasi daerah-daerah yang APBDnya cukup, agar para anggota Satpol PP dan Damkar ini diberikan tunjangan yang memadai.â€
Selain itu, Mendagri Tjahjo Kumolo juga berpesan kepada seluruh Kepala daerah Gubernur, Bupati dan Walikota agar mampu menyelesaikan masalah wilayah, baik antar Provinsi, antar kabupaten/kota, antar kecamatan, desa, bahkan hingga batas teritorial terkecil (RT).
“Ada masalah batas wilayah yang sudah puluhan tahun tidak selesai, seperti Bukit Tinggi. Ini mau sampai kapan? Jangan karena masalah politik, masalah batas tidak selesai, kemudian Kota Solo dan Sukoharjo, masalah makam, masalah Bandara yang di klaim banyak daerah, ini harus segera diselesaikan.
Reporter : Deny
Jurukamera : M.Hasan
Fotografer : Asnawi
Editor: HJA
Leave a comment