Gaji Minim dan Perjalanan Berbahaya Tak Surutkan Semangat Guru Honorer Jambi

Lisuratna beristirahat setelah dirinya terjatuh saat menuju ke sekolah tempat dirinya mengajar (dok. KM)
Lisuratna beristirahat setelah dirinya terjatuh saat menuju ke sekolah tempat dirinya mengajar (dok. KM)

JAMBI (KM) – Menjadi seorang guru honorer dengan gaji yang terbilang sangat minim tak menyurutkan semangat Lisuratna untuk terus mendedikasikan diri kepada dunia pendidikan.

Meski harus berkubang lumpur yang menghadang di sepanjang jalan ketika menuju sekolah, bahkan sampai lumpur tersebut tersebut mengotori hampir seluruh baju dan sepeda motornya, Lisuratna tetap semangat dan tersenyum.

“Ini pengorbanan mas, perjuangan kita untuk ikut serta mencerdaskan anak bangsa. Kalau bukan kita siapa lagi? Lagipula ini kan musim hujan, jalanan juga masih tanah merah, jadi ya mau gimana lagi, kalau hujan jadi kayak lumpur, kalau kemarau jadi banyak debu,” ujar Lisuratna kepada kupasmerdeka.com.

Lisuratna beristirahat setelah dirinya terjatuh saat menuju ke sekolah tempat dirinya mengajar (dok. KM)

Lisuratna beristirahat setelah dirinya terjatuh saat menuju ke sekolah tempat dirinya mengajar (dok. KM)

Menurut Lis, jarak dari tempatnya tinggal yakni Dusun Surya Bakti, Desa Medan Seri Rambahan, Kecamatan Tebo Ulu sampai ke SDN 210/VIII Tanjung Dani di Kecamatan Sumay, hampir 40 km dan memakan waktu hampir 2 jam. “Itu pun kalau normal, kalau seperti ini, jalanan becek bisa lebih mas,” ungkapnya.

Lanjut Lisuratna mengungkapkan, pertama kali dirinya mengabdi menjadi guru honorer di mulai sejak 1 Januari Tahun 2007, dan sekarang dirinya menjadi wali kelas 3 di SDN 210/VIII Tanjung Dani yang terletak di daerah Transmigrasi dan daerah PT. Asian Agri.

“Ada 7 guru dan 1 kepala sekolah. 2 PNS dan 5 lainnya masih guru honorer dengan bayaran Rp. 250.000,” terangnya.

Di singgung tentang pengangkatan PNS (Pegawai Negeri Sipil), Lisuratna sambil tersenyum menjawab. “Siapa yang gak mau mas, cuma ya saya kembalikan kepada pihak yang berwenang,” tuturnya.

Lisuratna, guru honorer yang mengajar di SDN 210/VIII Tanjung Dani, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi (dok. KM)

Lisuratna, guru honorer yang mengajar di SDN 210/VIII Tanjung Dani, Kecamatan Sumay, Kabupaten Tebo, Jambi (dok. KM)

Yang terpenting bagi saya saat ini, anak-anak yang berada di pelosok ini bisa sama-sama mendapatkan pendidikan yang layak, sehingga kedepan mereka mampu bersaing di zaman yang serba modern ini.

“Doakan saja mas, biar saya sehat selalu. Dan semangat saya bisa terus terpelihara untuk terus berbuat bagi dunia pendidikan, khususnya di Provinsi Jambi in,” pungkasnya.

Reporter : Deny
Editor : KN

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.