Pertahankan Lahan Pertanian, Pemkot dan DPRD Kota Bogor Bahas Raperda Perlindungan Tanah
BOGOR (KM)– Untuk mempertahankan lahan pertanian yang tersisa, Pemerintah Kota (Pemkot) Bogor dan DPRD tengah membahas draft Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) tentang perlindungan lahan pertanian berkelanjutan.
Tingginya aktivitas bisnis properti di Kota Hujan dinilai telah membuat lahan pertanian produktif semakin menyempit jumlahnya dan kini hanya tersisa 200 hektar. Sebelumnya, Kota Bogor memiliki 320 hektar lahan pertanian, namun 120 hektar diantaranya merupakan lahan garapan swasta.
“Dengan adanya payung hukum yang mempertahankan lahan pertanian produktif, hal ini sangat diperlukan untuk mempertahankan lahan hijau. Dan bila perlu pemerintah membeli lahan yang sudah dimiliki oleh pihak swasta sebagai aset. Jadi ke depannya, lahan yang tersisa akan lebih dikembangkan, karena dalam satu tahun tidak selalu menanam padi tapi bisa juga menanam palawija berkualitas tinggi,†jelas Kepala Dinas Pertanian Kota Bogor, Irwan Riyanto kepada kupasmerdeka.com, Jum’at (24/3).
Kata Irwan, untuk mewujudkan swasembada pangan, Kelurahan Balumbang Jaya menjadi satu wilayah yang aktif menyumbangkan hasil pertanian. Dimana kelurahan itu mampu menghasilkan 6 ton beras/hektar, sedang target yang ditetapkan dalam Rencana Pembangunan Jangka Menengah Daerah (RPJMD) sebesar 6,7 ton.
“Kami berharap kedepannya hasilnya bisa ditingkatkan lagi, kalau di Cianjur 1 hektar bisa mendapatkan 9 ton. Sedangkan Tasikmalaya lebih tinggi lagi yakni 12 ton per hektar, kayaknya kita harus belajar supaya nanti Balumbang Jaya bisa nyampe 12 ton,†tuturnya.
Lanjut Irwan, untuk wilayah Bogor Tengah sudah tidak ada lagi ditemukan lahan pertanian, sedangkan potensi besar masih dimiliki Kecamatan Bogor Selatan dan Bogor Barat. Begitu juga dengan wilayah Bogor Timur dan Utara yang masih ada lahan pertanian tersisa.
“Karena padi sangat butuh air, selama masih ada air bisa dimanfaatkan berarti irigasi harus dipertahankan,†kata Irwan.
Lurah Balumbang Jaya, Iskandar mengatakan, bahwa kondisi sekarang banyak pengembang perumahan yang mulai melirik wilayahnya. Apalagi sudah ada anggapan bahwa bertani tidaklah menjanjikan.
“Jika estimasi 124 hektar luas keseluruhan Balumbang Jaya untuk pertanian eksisting tinggal empat hektar. Untuk kedepannya kita ingin lahan pertanian yang ada dipertahankan dan bila perlu ditambah, karena lahan pertanian bukan hanya untuk pertanian saja tapi untuk penyerapan air,†tandas Iskandar.
Reporter: Dedi
Editor: HJA
Leave a comment