Peserta Jambore Mahasiswa: “Tugas Mahasiswa Hari Ini, Jaga Indonesia dari Kelompok yang Ingin Ubah Ideologi Bangsa”
JAKARTA (KM) – Beberapa hari setelah berakhirnya pelaksanaan Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia di Buperta Cibubur, peserta mahasiswa asal Jawa Barat tetap bersemangat dan terus mensosialisasikan hasil kesepakatan para peserta jambore tersebut.
Di Kota Bogor, mahasiswa dari Forum Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (FJNMI) menyatakan dukungan dan pengawalan terhadap hasil rekomendasi Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) 2017.
Adapun empat poin yang menjadi rekomendasi dari JNMI adalah:
1. Menolak isu SARA
2. Penguatan Ideologi Pancasila dalam kurikulum pendidikan
3. Menolak ormas-ormas yang tidak berasaskan Pancasila
4. Usut tuntas kasus korupsi di Indonesia.
Ketika Wartawan KM mengkonfirmasi kepada Ajid, seorang mahasiswa Amik-BSI, ia menjelaskan,
“Setiap generasi memiliki tugas dan musuh yang berbeda-beda, seperti halnya aktivis 98 memiliki tugas untuk meruntuhkan rezim otoriter dan tugas kami [mahasiswa] hari ini adalah menjaga Indonesia dari kelompok yang ingin merubah ideologi bangsa,” jelas Ajid.
Senada, mahasiswa Universitas Pakuan, Bogor, Arif Matondang, mengatakan kepada KM, “Musuh kita bukan agama yang berbeda, bukan ras yang berbeda, bukan suku yang berbeda, bukan warna kulit yang berbeda, tapi musuh kita mahasiswa adalah pejabat yang melakukan korupsi, kolusi dan nepotisme,” tegas Arif.
Di tempat terpisah, awak KM mengkonfirmasikan hal tersebut pada wakil ketua panitia Jambore, Egi, yang menerangkan, “Hasil kesepakatan jambore itu langsung kita bagikan di wilayah Kuningan dan DPR-RI, akhirnya jadi ramai, karena hal itu Presiden RI keenam, SBY, merasa didemo dalam media sosial dan Twitter, padahal jarak kami membagikan selembaran hasil Jambore Nasional Mahasiswa Indonesia (JNMI) ke rumahnya di bilangan Cikeas masih sangat jauh, selanjutnya kita akan sosialisasikan hasil jambore ini ke semua mahasiswa dan kampus di seluruh Indonesia,” tegas mahasiswa Universitas Pakuan, Bogor, itu saat ditemui KM, Selasa 14/2. (Rully-Dayak)
Leave a comment