Masa Panen Ayam, Desa Ciasihan Jadi “Desa Sejuta Lalat”
BOGOR (KM) – Warga masyarakat Desa Ciasihan, Kecamatan Pamijahan, dikejutkan dengan serbuan lalat yang diduga datang dari kandang ayam di sekitar wilayah tersebut. Fenomena ini sering terjadi ketika masa panen kandang ayam. Masyarakat pun merasa resah dan khawatir dengan kesehatan diri mereka, ditambah kondisi cuaca sedang musim penghujan.
Salah seorang warga setempat, Laela (35) menyebutkan, lalat tersebut biasanya datang ke rumah-rumah warga ketika masa panen kandang ayam.
“Iya, sudah sering sekali kami dapat kiriman lalat setiap kali panen kandang ayam di daerah sini”, ujarnya dengan penuh kesal.
Masyarakat merasa sangat terganggu dan resah atas keberadaan lalat dan bau tak sedap yang diakibatkan oleh keberadaan kandang ayam di wilayah sekitar pemukiman warga.
“Udah bau, terus pas panen bukan ayam yang dikirim, malah lalat!” tambah Laela kepada Kupas Merdeka, Senin 13/2.
Citra Desa Ciasihan sebagai salah satu destinasi wisata lokal dengan pemandangan alam yang indah seolah sirna ketika musim panen ayam potong tiba. Desa indah dengan pesona alamnya kini berubah menjadi desa sejuta lalat.

Wabah lalat dan bau tak sedap dikhawatirkan mengancam kesehatan warga, khususnya anak-anak (dok. KM)
“Hampir di setiap rumah warga dikerubutin lalat, bahkan sampai mau makan pun harus berjibaku dengan lalat,” kata Ketua Forum Pemuda Peduli lingkungan hidup (FP2LH) Ryan Ahdiana.
Beskem, panggilan akrab Ketua FP2LH itu, khawatir jika lalat-lalat menjijikan ditambah bau tak sedap ini bisa berdampak buruk pada kesehatan masyarakat, terlebih anak-anak kecil. Ia meminta agar kejadian ini jadi perhatian serius semua pihak terkait yang berkepentingan baik pengusaha ataupun pemerintah.
Menurutnya, pemerintah harus melakukan pemantauan dan kontrol terhadap perusahaan-perusahaan yang ada, begitupun perusahaan jangan hanya memikirkan keuntungan belaka. Antisipasi bau dan lalat harus dipikirkan sehingga tidak membuat resah warga masyarakat dan mencemari lingkungan hidup.
“Kami akan lakukan protes kepada pengusaha jika kejadian ini tidak ditanggapi serius, karena kami sangat dirugikan atas fenomena ini, bila perlu masyarakat akan lakukan tuntutan agar kandang ayam itu di tutup,” tukas Beskem. (Dian Pribadi)
Leave a comment