Cagub DKI Jakarta, Politisi Senior Ikut Ramaikan “Aksi 112”
JAKARTA (KM) – Tarik ulur proses sidang kasus penistaan agama oleh Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama (Ahok) serta berkembangnya kontroversi baru dari pernyataan Ahok pada persidangan yang dinilai sebagian kalangan merendahkan ketua umum MUI KH. Ma’ruf Amin mendorong sejumlah warga Muslim dari berbagai daerah di Indonesia untuk kembali berkumpul di Jakarta untuk menggelar “Aksi Damai Bela Islam dan Ulama 112” pada Sabtu 11/2 kemarin.
Acara doa bersama yang dikomandoi oleh organisasi Gerakan Nasional Pengawal Fatwa (GNPF) MUI dan Forum Umat Islam Indonesia (FUII) tersebut semula dijadwalkan akan melakukan long march ke arah Bundaran HI dan Jalan Sudirman, namun akhirnya long march tersebut dibatalkan.
Dalam pantauan KM massa dari wilayah Jatirangga Bekasi sudah mulai bergerak sejak pukul Jumat Malam 10/2 pukul 23:00 WIB dengan 5 bus. Menurut Aan sebagai korlap rombongan tersebut, “5 bus ini merupakan gabungan 3 pondok pesantren: Imam Muslim, Imam Bukhori dan Thoriqul Huda. Semuanya dengan dana swadaya plus donatur yang peduli dengan Al-Qur’an dan ulama yang sudah dihina oleh Ahok laknatulloh.”
Massa aksi 112 berkumpul di Masjid Istiqlal Jakarta sejak Sabtu dinihari 11/2, ditemui rombongan dari DI Yogyakarta yang tergabung dalam Forum Santri Ahlussunah Waljama’ah. Ibnu Tsabit sebagai pimpinan rombongan itu menegaskan, “Forum Santri Aswaja DIY ke Jakarta dengan 4 bus. Kita memang berlatar belakang NU, kita gak peduli walaupun PBNU melarang massanya untuk ke Jakarta. Tapi kita punya iman melihat Al-Qur’an dilecehkan dan ulama dihina maka kita berinisiatif untuk bergerak swadaya bersama yang lain.”
Ia juga mempertanyakan himbauan dari PBNU, termasuk dari Rois Aam PBNU KH Ma’ruf Amin sendiri, yang meminta agar warga NU tidak ikut serta dalam aksi 112. “Justru kita pertanyakan PBNU yang melarang. Katanya NU itu Nahdhotul Ulama (Kebangkitan para Ulama) kok malah diam aja ada ulama di hina dan Al-Qur’an dilecehkan? Dan bagi kita NU bukan Allah, dan wajib dibantah jika itu hal yang salah,” geram Ibnu Tsabit.
Saat jama’ah bersiap-siap laksanakan Sholat Tahajud yang dipimpin oleh imam besar masjid Istiqlsl Nasarudin Umar. Ia katakan” Selamat datang Para tamu Alloh, Selamat Datang Umat Rosululloh Jama’ah Sontak pekikan Takbir Allohu Akbar 3x. Dzikir dan doa, bersama. Tangis peserta aksi itu pun pecah saat mendengar lantunan zikir dari ustaz Arifin Ilham. Seraya sambil mendoakan Negara Kesatuan Republik Indonesia ini agar dilepaskan dari fitnah dan rencana-rencana busuk musuh Islam untuk membuat hancur negara ini.
Dalam acara terlihat hadir pula pasangan calon gubernur DKI Anies Baswedan dan Sandiaga Uno serta Agus Yudhoyono. Tampak pula tokoh politik lainnya seperti Amien Rais, Hatta Rajasa dan Rizieq Shihab.
“Kuncinya hanya satu, umat Islam menuntut keadilan terhadap penista agama dan pelecehan pada ulama. Karena keadilan mendekati takwa,” ujar Amien di depan jamaah masjid Istiqlal.
Dalam kesempatan terpisah, Kapolres Jakarta Pusat Kombes Pol Dwiyono menyatakan bahwa pihaknya mengawal aksi tersebut seperti aksi sebelumnya.
“Saya hanya berkaca pada aksi sebelumnya, semua berjalan dengan tertib dan kondusif. Saya yakin hal tersebut bisa dicapai karena massa yang hadir disini karena panggilan keimanan, ingat asal tetap istiqomah dan tidak dipolitisir. Namun layaknya protap keamanan, kita wajib mengawal aksi sampai benar-benar aman,” teturnya kepada KM, Sabtu 11/2
“Tadi baru saja melintas pasangan pengantin yang akan melakukan pemberkatan di Gereja Katedral dan pengantin tersebut melewati massa aksi ini. Malah yang membantu membuka jalan adalah masa aksi 112 dibantu oleh Laskar Pembela Islam (LPI). Nah itu artinya massa dewasa dalam hal toleransi,” pungkas Kombes Dwiyono. (Gie/Arnadi)
Leave a comment