Walhi Jabar: Kerusakan Lingkungan di Bogor Semakin Parah
BOGOR (KM) – Kondisi kerusakan lingkungan di Kabupaten Bogor sangat memprihatinkan. Menurut Wahana Lingkungan Hidup (Walhi) Jawa Barat, kerusakan yang terjadi sudah mencapai 60 persen akibat kerakusan manusia. Lembaga penggiat lingkungan itu berharap agar pemerintah daerah memiliki perhatian khusus terkait persoalaan ini.
“Kerusakan lingkungan terjadi hampir di tiap wilayah, terutama di Bogor timur yang didominasi oleh akibat dari aktivitas perusahaan [tambang] golongan C,” jelas Dadan Ramdan Ketua Walhi Jabar.
Selain di wilayah Kabupaten Bogor bagian timur, lanjut dia, dampak kerusakan pun terjadi di wilayah Bogor barat. Bahkan parahnya lagi, kawasan Puncak yang menjadi daerah resapan air pun sangat memprihatinkan.
“Untuk puncak kerusakannya itu sudah mencapai sekitar 75 persen. Padahal kawasan ini menjadi daerah sentral bagi kelangsungan wilayah Ibukota Jakarta,” ujarnya.
Dadan pun menyoroti rencana pembangunan bendungan Gadog, Kecamatan Megamendung, yang sejatinya perlu dikaji secara aspek umum.
“Mengingat kawasan tersebut merupakan dataran tinggi dan kontur tanahnya pun sangat labil. Sehingga hal ini perlu dikaji secara matang agar tidak memberikan dampak yang berimbas pada masyarakat,” ujarnya.
Menyoroti persoalaan serupa, terpisah, penggiat lingkungan dari lembaga Rumput Hijau, Asep Rendra, meminta kepada Pemkab Bogor agar membuat regulasi khusus bagi kawasan Puncak.
“Sebab, bila bicara kontek Puncak tidak lepas dari peranan pemerintah pusat. Karena kawasan ini sudah menjadi daerah wisata [tingkat] internasional,” terangnya.
Untuk itu, tambahnya, sangat diperlukan aturan khusus yang mengatur berbagai aspek, termasuk lingkungan di wilayah yang sering dikunjungi oleh warga Timur Tengah ini.
“Ruh Kepres no 44 tahun 1999 yang ditelurkan jaman kepresiden Megawati sangat substansial untuk melindungi Puncak. Tinggal bagaimana pemerintah daerah membuat regulasi yang di sesuaikan dengan semangat aturan tersebut,” tukasnya. (Dian Pribadi)
Leave a comment