Kerap Gunakan Balai Desa Untuk Kegiatan Partai, Kades Pule, Selogiri, Dikecam Warga

Spanduk yang terbentang jelang acara HUT PDIP di balai Desa Pule, kecamatan Selogiri (dok. Mugi/KM)
Spanduk yang terbentang jelang acara HUT PDIP di balai Desa Pule, kecamatan Selogiri (dok. Mugi/KM)

WONOGIRI (KM) – Pemerintah tingkat pusat sampai pada tingkat desa seharusnya dapat menempatkan posisi di masyarakat yang tidak berpihak kepada kelompok tertentu. Apalagi berkenaan dengan sarana dan prasarana yang memang dibangun menggunakan dana dari Pemerintah untuk kepentingan publik.

Namun prinsip ini tampaknya diabaikan oleh perangkat desa Pule, kecamatan Selogiri, kabupaten Wonogiri Jawa Tengah. Kepala desa Pule, Sugimo SH, dianggap oleh sebagian warganya tidak mampu berdiri netral untuk mengakomodir kepentingan masyarakat. Hal tersebut pun terlihat ketika tim KM melintas kantor desa Pule pada Minggu lalu 23/1, dan tampak bahwa ternyata balai desa digunakan untuk acara HUT PDI Perjuangan.

Menurut pedagang makan yang biasa mangkal di depan kantor desa yang kebetulan juga warga desa Pule, Ngatman, “kantor desa sini sering mas buat acara partai, khususnya PDIP. Sebenarnya warga tidak setuju karena balai desa itu milik warga umum, bukan milik partai! Mentang-mentang pak kadesnya orang PDI. Ya kalau sudah jadi kades berarti dia harus bisa buat masyarakat umum [dari] semua golongan,” geram Ngatman.

Advertisement
Kades Pule, Sugimo (dok. KM)

Kades Pule, Sugimo (dok. KM)

Saat KM hendak meminta keterangan dari sang Kades, dirinya langsung menghindar dan pergi dengan motornya. Namun pada Selasa 31/1, wartawan KM berhasil menemui Sugimo saat acara pembukaan Musrenbang di Balai Desa untuk meinta keterangannya terkait penggunaan kantor desa oleh parpol. Namun sayangnya, Kades Sugimo menolak untuk memberikan keterangan dan malah mengancam wartawan.

“Kita bisa menolak, jika perlu mengusir setiap ada LSM atau media yang tidak mendapatkan izin dari Bupati untuk mengambil keterangan ke masyarakat atau ke kepala desa,” ketus Sugimo.

Ketika hendak dimintai klarifikasi terkait sikapnya yang terkesan menghalangi tugas pers, Sugimo kembali menghindar dan meninggalkan tempat. “Pak kades dah pergi lagi mas, tadi ditelepon ada tamu di rumahnya,” ujar staf desa.

Ketua BKM Pule, Sutopo, pun menjelaskan sikap Kadesnya. “Mas dari mana? Pak kades memang begitu kalau liat wartawan baru. Musti menghindar mas. Dah, itulah kades kami. Mohon bisa dimengerti,” pungkas Sutopo. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: