PERTINA Kabupaten Bogor Belum Miliki Program Kerja

Dace Supriyadi (kiri) bersalaman dengan ketua PERTINA 2016-2019 Joko Pitoyo (dok. KM)
Dace Supriyadi (kiri) bersalaman dengan ketua PERTINA 2016-2019 Joko Pitoyo (dok. KM)

BOGOR (KM) – Ketua Persatuan Tinju Amatir Indonesia (PERTINA) kabupaten Bogor kini resmi dikomandoi oleh Joko Pitoyo untuk masa bakti 2016-2019 , setelah sebelumnya dipimpin oleh Dace Supriyadi selama masa bakti 2013-2016.

Usai diresmikan menjabat sebagai ketua PERTINA kabupaten Bogor, Joko mengungkapkan untuk saat ini belum memikirkan program kerja yang akan dilakukan pihaknya terkait capaian prestasi di tubuh PERTINA, karena belum adanya komunikasi dengan atlet, pelatih dan pengurus yang lebih intens.

“Saya akan lihat program jangka pendek mereka. Kalau 2018 itu target jangka menengahnya dan saya mau lihat step by step, apa saja yang akan di lakukan. Jika kurang baik akan kita benahi dan jika ada yang sudah baik akan dilanjutkan,” ucapnya saat ditemui usai pelantikan di Kantor KONI Bogor, Gedung Olah Raga Pakansari, Cibinong, Kabupaten Bogor Kamis 15/12.

“Saya lihat dulu program yang sudah disusun oleh pengurus lama, dalam hal ini bapak Dace Supriyadi,” sambung Joko.

Menurutnya, alasan tersebut sangat beralasan karena dirinya saat ini belum mengenal para atlet serta pengurus yang lama di bawah komando pengurusan PERTINA periode 2013-2016, tapi bukan berarti tidak ada capaian yang akan dilakukan untuk periode 2016-2019.

“Prestasi apa yang ingin dicapai jika belum masuk kedalam, jadi saya belum ada target yang ingin di capai namun yang pasti PERTINA kabupaten Bogor harus memperoleh prestasi kedepannya,” jelasnya.

Ia juga menambahkan jika ingin berprestasi, setiap atlet tinju harus bermental baja dan fisik yang kuat serta didukung dengan kecerdasan yang mumpuni sehingga mampu bersaing dengan atlet-atlet tinju dari daerah lain.

“Kalau ingin menjadi petinju nyalinya harus bagus, nyali itu kan sebagai watak dasar atau watak yang bisa dibina dan dilatih. Seorang petinju harus keras, namun tidak kasar dan kuat di dalam tekadnya untuk meraih yang terbaik, itu yang akan saya lihat dari mereka,” tegasnya.

Seorang atlet yang bermental juara, hal itu bisa dilihat dari saat interaksi, berbicara dan berdiskusi, kalau sekarang saya tidak bisa memberi kesimpulan dan komentar banyak dan saya akan mencoba ketemu dengan mereka dulu dan saya ingin ketemu dengan pengurus-pengurus yang lain,” tutupnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*