Pemkot Depok Luncurkan “Depok Sejuta Maulid” Serentak di 63 Kelurahan Melalui “Videoconferencing”

Walikota Depok KH. Idris Abdushomad beri sambutan secara Live via koneksi internet dari Balai Kota Depok, Minggu 11/12 (dok. KM)
Walikota Depok KH. Idris Abdushomad beri sambutan secara Live via koneksi internet dari Balai Kota Depok, Minggu 11/12 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Kota Depok sebagai kota yang “unggul, nyaman dan religius” di bawah kepepimpinan KH. DR. Idris Abdushomad dan Pradi Supriyatna, meluncurkan program Depok Sejuta Maulid secara serentak di 63 kelurahan se-kota Depok, termasuk di Masjid Baitul Kamal Balaikota Depok tepat pukul 20:00 WIB kemarin 11/12.

Siaran langsungĀ videoconference ditampilkan melalui screen raksasa di kelurahan Tugu, Cimanggis, dimana walikota memberikan keterangannya melalui Live Conference nya.

“Penduduk Depok saat ini berjumlah 2.100.000 jiwa. Paling tidak 80% warga Depok turut melaksanakan acara ini. Program sejuta maulid diadakan sebagai media silaturahmi antar komponen masyarakat sehingga taulah akan kita majukan kota Depok ini sebagai kota yang unggul, nyaman dan religius,” paparnya.

“Secara serentak dengan tujuan agar para warga Depok dapat mengadopsi sifat-sifat mulia yang dimiliki Rasullah SAW sebagai figur ayah, sahabat, pebisnis, guru, kepala negara yang mampu berbuat adil dan melayani ummatnya serta figur Rosul Muhammad SAW sebagai panglima perang semuanya berakar dari kejujuran, amanah, cerdas, bisa menyampaikan dengan bahasa yang dapat diterima semua lapisan masyarakat,” tegas Idris. Tampak dalam siaran tersebut juga wakil walikota Depok Pradi Supriyatna.

Sementara di kelurahan Tugu sendiri acara “Depok Sejuta Maulid” dihadiri oleh lebih dari 1000 undangan dari semua lapisan masyarakat. Lurah tugu Syaiful Hidayat turut hadir dalam acara ini yang dikelilingi oleh 19 ketua RW, 195 Ketua RT, Babinsa koramil Cimanggis, Binmas polsek Cimanggis, dan Wakil ketua DPRD Depok Yeti Wulandari.

Lurah tugu Syaiful Hidayat (tengah, berpeci hitam) bersama Anggota DPRD dan tokoh ulama serta ibu PKK dan ketua RW setempat (Dok Mugi/KM)

Lurah tugu Syaiful Hidayat (tengah, berpeci hitam) bersama Anggota DPRD dan tokoh ulama serta ibu PKK dan ketua RW setempat (Dok. Mugi/KM)

Acara diawali dengan pembacaan ayat suci Al-Qur’an dilanjutkan dengan pembacaan barzanji (Rawi) oleh pengajian kaum ibu kelurahan Tugu.

Dalam ceramah dibawakan oleh Ustadz Musthofa, ia memberikan penjelasan bahwa “Nabi mengajarkan pada kita pentingnya ketaatan pada pemimpin diibaratkan seperti orang sholat berjamaah. Imam sebagai pimpinan, makmum sebagai rakyat saat imam perintahkan rukuk dan sujud makmum wajib mengikutinya. Tapi saat imam salah dalam bacaan dan gerakan maka makmum wajib pula menegurnya dengan tata cara yang disyariatkan Islam,” tegasnya. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*