Ekonomi Membaik, Pengusaha Properti Sambut 2017 dengan Optimis

(ilustrasi)
(ilustrasi)

JAKARTA (KM) – Pemerintah mengisyaratkan membaiknya pertumbuhan ekonomi pada tahun 2017, meningkatkan antusiasme pengembang properti yang mengungkapkan optimisme nya menyambut tahun baru ini.

Saat jumpa pers Presiden Joko Widodo dalam Musyawarah Nasional (Munas) Real Estat Indonesia (REI) di Jakarta, akhir November lalu, ia mengungkapkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia masih cukup kuat sampai akhir tahun, dan diperkirakan sampai tahun depan.

“Kondisi ekonomi kita membaik,” tukas Presiden.

Lebih lanjut, orang nomor satu di negeri ini mengatakan, progam pemerintah diharapkan mampu mengurangi kesenjangan sosial dan pemenuhan kebutuhan rumah atau backlog yang saat ini masih sebanyak 11,4 juta rumah.

Sinyal penguatan ekonomi ditandai oleh meningkatnya pertumbuhan ekonomi nasional belakangan ini, hingga kuartal III-2016, rata-rata pertumbuhan ekonomi sekitar 5%. Angka tersebut mendorong ekonomi Indonesia berada di posisi ketiga pertumbuhan ekonomi dunia setelah India dan Tiongkok dan masih di atas Malaysia. Hal ini juga didukung oleh tingkat inflasi yang terkelola dengan baik di angka sekitar 3,5%.

Presiden menyatakan, pemerintah sudah membangun perumahan kurang lebih 690 ribu unit pada 2015 dan akan terus dikejar sehigga angka backlog menjadi tertutup. Presiden mengimbau seluruh pengusaha properti yang tergabung dalam REI untuk terus fokus bekerja memenuhi perumahan rakyat. “Marilah kita bekerja saja, fokus membangun untuk masyarakat dan memastikan setiap rakyat Indonesia punya tempat tinggal yang layak,” kata Presiden Jokowi.

Pernyataan itu menebarkan aura positif ke peserta Munas asosiasi pengembang properti. Ditemui oleh awak KM di tempat terpisah, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menilai, pertumbuhan Ekonomi Indonesia saat ini di angka 5% adalah realistis dan masuk akal.

“Jangan terlalu optimistis benar, tetapi jangan terlalu pesimistis benar. Harus realistis sajalah. Yang penting mencapai target,” kata JK dalam acara Breakfast Meeting bertema “Masa Depan Ekonomi Indonesia” di Hotel Dharmawangsa, Jakarta Selatan (10/12).

Advertisement

Lebih lanjut Wapres menyatakan, pertumbuhan ekonomi Indonesia masih sangat bagus dan seimbang dibandingkan negara lain seperti Malaysia. Saat ini Malaysia mempunyai defisit anggaran 10%, sedangkan Indonesia hanya 2,5%, artinya dari sisi defisit anggaran Indonesia lebih baik.

“Sebagai pelaku usaha, kami menyambut 2017 dengan optimistis, industri properti tumbuh lebih baik pada 2017,” tutur Presiden Direktur Paramount Land Ervan Adi Nugroho, di Serpong, Tangerang, baru-baru ini. Dia menambahkan, meski awal tahun masyarakat akan disibukkan dengan momen pemilihan kepala daerah (pilkada) serentak pada 15 Februari 2017, kami tetap optimistis.

Awal tahun ini, masyarakat akan sedikit menahan kegiatan investasi. “Namun, pemulihan properti seharusnya dapat segera bangkit. Hal itu ditopang oleh kondisi makro ekonomi dan kepercayaan pasar setelah melihat pemerintah mengelola situasi sosial politik dengan sangat baik.

Selain itu, ditunjang langkah pemerintah untuk mendorong industri properti dengan berbagai kebijakan. Dia mencontohkan, kebijakan pelonggaran suku bunga acuan, PPh final yang telah dipangkas menjadi 2,5%, dan program amnesti pajak.

Saat wartawan KM menemui Dirut PT. PP Properti Tbk, Taufik Hidaya, di kantornya, ia mengungkapkan bahwa pihaknya juga merasa optimis. Optimisme itu dituangkan lewat penggarapan sejumlah proyek.

“Tahun depan, PP Properti meluncurkan lima proyek baru di beberapa lokasi dan mayoritas yang dibangun adalah hunian apartemen. Proyek itu mencakup di Surabaya dua proyek dan di Bandung satu menara apartemen. Lalu, ada di Jababeka, Cikarang, dan sejumlah lokasi lainnya.

Tahun depan, dana yang dibutuhkan untuk membiayai sejumlah proyek baru, termasuk hotel, land bank di beberapa lokasi, berkisar Rp 1,5 triliun hingga Rp 2 triliun,” tutup Taufik. (Rully)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*