DPR Pertanyakan Kelambanan Gerakan Kejagung dan Rapor Merah dari ICW

Jaksa Agung HM Prasetyo saat menghadiri rapat kerja di Komis 3 DPR, Selasa 6/12 (dok. KM)
Jaksa Agung HM Prasetyo saat menghadiri rapat kerja di Komis 3 DPR, Selasa 6/12 (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Rapat kerja Komisi 3 DPR menghadirkan Jaksa Agung HM Prasetyo terkait banyaknya laporan-laporan masyarakat yang di terima Komisi 3, khususnya terkait kasus yang kini menjerat Gubernur DKI Jakarta nonaktif Basuki Tjahaja Purnama alias Ahok.

Wakil ketua Komisi 3 Beni K. Harman mengatakan bahwa Kejagung tampak seolah-olah “takut ketika menangani kasus ini.”

“Pak Jaksa Agung takut kepada atasan? Atasan pak Jaksa Agung siapa lagi kalau bukan Presiden?” tuding Beni.

Ia menegaskan kembali bahwa “Jaksa Agung harus menegakkan hukum dan keadilan, siapapun mereka.”

Selain penanganan kasus Ahok, anggota Komisi 3 juga menyoal Prasetyo terkait penanganan kasus yang menjerat mantan menteri BUMN Dahlan Iskan yang masih belum jelas.

“Apa sebenarnya persoalan dari [kasus] Dahlan Iskan ini? Kejaksaan Agung harus lebih meningkatkan lagi kinerjanya,” ujar Abubakar Al Habsyi, anggota DPR dari fraksi PKS.

Komisi 3 juga menanyakan perihal kasus-kasus lainnya yang kini tengah ditangani Kejagung seperti operasi tangkap tangan (OTT) terhadap jaksa berinisial AF di Jawa Timur oleh Satgas Saber Pungli yang berhasil mengamankan barang bukti berupa uang sebesar Rp. 1,5 miliar. Juga masalah rapor merah yang diberikan oleh Indonesia Corruption Watch (ICW) kepada lembaga Kejaksaan Agung akibat terkuaknya kasus pungli tersebut.

Menjawab pertanyaan-pertanyaan anggota dewan itu, Jaksa Agung memaparkan bahwa pihaknya tidak akan menghalangi proses hukum yang ada dan sedang dijalani saat ini.

“Sementara kasus [OTT Jaksa AF] yang ada di Jawa Timur yang bernilai 1,5 M , kami sudah tangani dan sedang kami proses. Kemudian masalah SPDP kasus Ahok, kami sedang tangani dan sudah diterima,” imbuh Prasetyo.

“Mengenai kasus pak Dahlan Iskan, memang ada keterlibatannya, namun berdasarkan kemanusiaan, saat ini beliau jadi tahanan kota,” sambungnya.

“Lalu mengenai rapor merah pada Jaksa Agung oleh ICW, kami hanya menyerahkan pada penilaian masyarakat. Saya rasa kritikan dari ICW itu karena mereka tidak tahu permasalahan [sebenarnya],” tambahnya. (Indra Falmigo)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


KUPAS MERDEKA
Privacy Overview

This website uses cookies so that we can provide you with the best user experience possible. Cookie information is stored in your browser and performs functions such as recognising you when you return to our website and helping our team to understand which sections of the website you find most interesting and useful.