Tuding Berbuat Maksiat, Ketua MUI Kabupaten Bogor Kecam Hotel Transit P’arunk

Ketua Umum MUI Kab. Bogor KH Mukri Aji (stock)
Ketua Umum MUI Kab. Bogor KH Mukri Aji (stock)

BOGOR (KM) – Terkait keberadaan Hotel Transit P’arunk yang diduga melanggar dan menyalahi aturan mendapat kecaman dari berbagai kalangan yang menuntut dicabut izin operasionalnya. Salah satunya dari Ketua Majlis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Bogor, KH Ahmad Mukri Aji, yang mengecam Hotel Transit P’arunk yang “jelas sudah melakukan kegiatan kemaksiatan.”

KH Mukri mengatakan hotel itu sudah melanggar, seperti dalam pelayanan hotel sudah kearah maksiat, ada minuman alkohol dan narkoba di sana.

“Jelas hotel itu sudah tidak baik. Kalau hotel yang benar itu harus sesuai aturan seperti buat IMB, tidak ada tempat hiburan malam yang menimbulkan kemaksiatan,” kata Mukri saat dihubungi KM kemarin 23/11.

Lanjut Mukri, melihat hotel yang sudah 2 tahun tak memiliki izin lingkungan dari masyarakat, hal itu sangat berdasar karena hotel itu memang sudah menyalahi aturan.

“Keputusan masyarakat dan pak camat masuk di akal, hotel itu udah jelas ada, minumannya, ada tempat hiburan malamnya. Kalau emang gak ada kegiatan itu mungkin pak camat pun dan masyarakat akan memberikan izinnya,” tegasnya.

Lebih lanjut ia pun sudah membicarakan soal Hotel Transit itu ke Bupati Bogor. “Terkait Hotel Transit sudah 2 kali dibicarakan ke Bupati,” katanya.

Ia juga mengatakan akan berbicara lagi dengan Bupati dan penegak perda terkait hotel yang dijadikan tempat esek-esek itu.

“Nanti kita akan giatkan lagi program nobat. Kita pun nanti akan menggelar pertemuan bersama para ulama sebanyak 2000 ulama, pada tanggal 20 Desember 2016, untuk membahas program nobat, berbagai antisipasi tentang kemaksiatan, bahaya narkoba dan yang lainnya,” pungkasnya. (Dian Pribadi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*