SMPIT Al-Madinah Gelar Workshop Parenting, Dorong Peran Orangtua yng Lebih Besar Dalam Pendidikan Anak

Kiri - kanan,sekretaris sekolah(Herlina),kepala sekolah(Jumiyati) dan Ketua komite sekolah(Elfa Juita) (dok. Irfan/KM)
Kiri-kanan: sekretaris sekolah Herlina, kepala sekolah Jumiyati dan Ketua komite sekolah Elfa Juita (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Anak merupakan salah satu anugrah terindah yang diberikan oleh Yang Maha Kuasa bagi setiap pasangan di dunia. Karena itu hakikatnya setiap pasangan wajib menafkahi dan memberikan segala sesuatu yang terbaik untuk anaknya, agar nanti anaknya dapat berkembang dengan baik dan memilki prestasi yang membanggakan.

Menyadari pentingnya hal tersebut, SMP Islam Terpadu Al-Madinah, yang berlokasi di Jalan Sukahati No. 36, Kelurahan Karadenan, Kecamatan Cibinong, Kabupaten Bogor, mengadakan workshop parenting bertajuk “Peran Orang Tua dalam Mendidik Anak” yang bertujuan agar antara orang tua dengan guru terjalin komunikasi dengan baik sehingga orang tua dapat memantau perkembangan anak mereka dalam proses belajar dan sekolah.

Acara tersebut menghadirkan motivator DR Wahyu Raharja dan tim nya sebagai pembicara, Ketua Yayasan Al-Madinah, Kepala Sekolah, guru-guru, ratusan anak didik kelas 7 dan 8, orang tua dan wali murid di gedung serbaguna Yayasan Al-Madinah.

“Dalam mendidik anak, tidak sepenuh nya tanggung jawab Sekolah dengan cara di serahkan ke sekolah, tapi peran serta orang tua serta keluarga dirumah sangat penting,” ucap Elfa Juita, Ketua Komite Sekolah Islam Terpadu Al-Madinah, saat ditemui kemarin.

Elfa mengatakan, masalah yang dihadapi anak-anak pelajar saat ini merupakan “pancaroba pubertas”, seperti suka mencoba hal baru dan ingin tau, merokok, berkendara kebut-kebutan yang belum tepat dilakukan, dengan maksud agar dianggap jagoan.

“Orang tua harus sejak dini melihat perubahan-perubahan dari sang anak, dengan mengajak komunikasi dua arah dan diberikan perhatian serta petunjuk, agar sang anak tidak salah dalam melangkah,” jelasnya.

Selain itu, kata Elfa, teknologi dan informatika saat ini menawarkan segala sesuatu, jika sang anak tidak diarahkan dan dibimbing, akan timbul masalah sosial yang sudah tentu merugikan sang anak dan orang tua serta keluarga.

“Orang Tua yang Kurang perhatian pada anak dan menganggap perhatian dari sekolah sudah cukup, pola pikir tersebut sangat sempit. Peran ortu menjelaskan saja, agar anak menggunakan waktu yang ada untuk unsur pelajaran dan sekolah, tidak untuk game atau lain-lainnya,” sambungnya.

“Harapan kami agar semua siswa siswi Al-Madinah umumnya menjadi manusia yang berakhlakul karimah belandaskan Iman, Islam dan taqwa kepada Allah SWT, serta berperilaku sebagai siswa-siswi yang berguna buat bangsa dan negara,” tutupnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*