Anggota DPR Dukung Upaya Ekspansi KPK, Ungkap Skandal Korupsi Dinasti Atut

Eddy Kusuma Wijaya, Anggota Komisi 3 DPR-RI dari Fraksi PDIP (dok. Indra/KM)
Eddy Kusuma Wijaya, Anggota Komisi 3 DPR-RI dari Fraksi PDIP (dok. Indra/KM)

JAKARTA (KM) – Maraknya kasus korupsi di tanah air membuat Ketua KPK Agus Raharjo bekerja ekstra keras dalam memberantas tindak pidana korupsi yang terus merugikan negara dan bangsa ini. Diantara kasus skandal korupsi yang menyita perhatian masyarakat adalah skandal korupsi di Banten yang menjerat sebagian anggota “Dinasti Atut”, termasuk mantan gubernur Banten Ratu Atut Chosiyah dan adiknya, Tubagus Chaeri Wardana alias Wawan, yang kini mendekam di penjara.

Eddy Kusuma Wijaya, Anggota Komisi III DPR RI dari Fraksi PDI Perjuangan dari Daerah Pemilihan Banten III Tangerang Raya (Kota Tangerang, Kabupaten Tangerang dan Kota Tangerang Selatan) menyatakan bahwa dirinya sangat mendukung upaya KPK mengungkap kasus-kasus korupsi di wilayah Provinsi Banten.

Lebih lanjut, Eddy menambahkan, ia sangat mendukung upaya KPK dalam memberantas dan membesarkan lembaganya, sehingga di tiap-tiap ibukota provinsi ada lembaga atau kantor perwakilan KPK, guna menekan terjadinya kasus-kasus korupsi dan mengungkap kasus-kasus korupsi yang sudah terjadi dan mengawasi yang akan terjadi.

“Saya masih ingat pernyataan Ketua KPK Agus Raharjo, bahwa ada dugaan korupsi yang dilakukan dalam Pilgub Banten 2017.
Dari dugaan KPK, yang akan mengungkapnya setelah pilgub nanti, disini sangat jelas bahwa masih adanya angin korupsi yang berhembus di provinsi Banten tersebut,” terang Eddy.

Saat ini, Pilgub Banten diikuti dua pasang calon, Wahidin Halim-Andika Haszrumi dan Rano Karno-Embay Mulya Syarif.

Adapun Andika Hazrumi merupakan putra Ratu Atut Chosiyah dan ponakan dari Wawan. (Indra Falmigo)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*