GMNI: Jangan Nodai Jasa Pahlawan dengan Keegoan Agama

Desta Lesmana, anggota presidium GMNI (kedua dari kanan, berpeci hitam) saat memimpin aksi (dok. KM)
Desta Lesmana, anggota presidium GMNI (kedua dari kanan, berpeci hitam) saat memimpin aksi (dok. KM)

BOGOR (KM) – Dalam sambutannya pada Hari Pahlawan Nasional 10 November 2016, anggota Presidium Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI), Desta Lesmana, menghimbau agar semua elemen bangsa lebih dewasa dalam menyikapi perbedaan. Dirinya melihat perkembangan yang mengkhawatirkan dalam semakin maraknya “pemanfaatan isu SARA demi memuaskan libido politik.”

“Semua elemen bangsa harus memaknai hari pahlawan ini dengan pendewasaan dalam perbedaan, mencintai bangsa ini dengan menjaga nama baiknya di mata dunia. Sungguh miris bangsa besar warisan para founding father dan para pahlawan yang rela mengorbankan pikiran, harta dan nyawanya untuk kemerdekaannya ternodai oleh keegoan suatu kelompok agama, ras, etnis, golongan yang merasa menjadi mayoritas,” terang Desta kepada KM sore ini.

“Masih banyaknya para politisi yang memanfaatkan isu SARA demi memuaskan libido politiknya, tentu itu semua mengkebiri nilai-nilai kebangsaan dan kemajemukan sebagaimana tertuang dalam Pancasila dan UUD 45,” lanjut Desta.

Menurutnya, pemanfaatan isu SARA dapat memicu disintegrasi bangsa dan konflik horisontal. “Oleh karena itu GMNI menghimbau dan mengajak seluruh rakyat Indonesia sebangsa dan setanah air khususnya masyarakat miskin kota agar saling mencerdaskan dan saling mengingatkan agar tidak mudah terprovokasi oleh isu SARA yang dapat menimbulkan disintegrasi bangsa,” pungkas ketua Komite Miskin Kota di Presidium GMNI itu. (Hero/HJA)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*