Jatiwarna Masih Menjadi Sarang Prostitusi Berkedok Panti Pijat

PSK menjajakan dirinya di pinggir jalan (ilustrasi)
PSK menjajakan dirinya di pinggir jalan (ilustrasi)

BEKASI (KM) – Wilayah kelurahan Jatiwarna, kecamatan Pondok Melati, ternyata masih menyimpan banyak tempat prostitusi terselubung. Gaya bisnis esek-esek tersebut kerap dikemas dalam bentuk panti pijat urut reflexy atau salon.

Dalam pantauan awak media KM, sepanjang jalan dari mulai Jalan Raya Hankam sampai Ujung Aspal dan Kranggan, banyak menjamur arena seks terselubung. Sebut saja Pijat Reflexy dan salon H & H yang berada persis di pinggir pagar Tol Jatiwarna. Menurut Dra, Nie dan Bie, terapis Pijat H&H yang berhasil dimintai keterangan oleh KM, “Tempat ini dimiliki bu Heny yang tinggal di wilayah Ganceng, Jaktim. Dia punya 3, yang ini [pinggir jalan tol Jatiwarna -red], di jalan raya Hankam nomor 352 dekat Pom bensin Bulog, yang satu lagi dekat Jalan Bagol arah Puri Gading. Semuanya aman mas karena tiap bulan ada Polisi pake mobil patroli terkadang malah ada juga yang pake motor, pokoknya aman dah, tamu yang datang juga rata-rata “langsung” aj, gak pake pijet, mereka juga kita tawarin dulu mau langsung apa pijet dulu,” terang mereka bertiga.

Ketika tim KM mengkonfirmasi pada Bosin, ketua RW setempat, ia mengatakan bahwa pihaknya dalam pekan ini akan menghadap lurah Jatiwarna, sekaligus melayangkan surat keberatannya serta “protes keras akan adanya bisnis seks yang berlokasi di wilayah RW 04 ini, minta pihak kelurahan dan kecamatan untuk menutup tempat tersebut.”

Hal senada juga dituturkan oleh salah seorang ibu warga RW 04. “Saya mau cari tukang pijit buat anakku yang bayi, ya saya tanyalah ke tempat itu, eh gak taunya ada orang laki keluar dari kamar sambil betulin celana, lah kita salah masuk dah,” pungkasnya. (Yutiyan/Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*