Cuek Terhadap Tumpukan Sampah di Kali, LSM Minta Walikota Copot Camat dan Lurah

Tumpukan sampah di kali Harun, kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi (dok. Mugi/KM)
Tumpukan sampah di kali Harun, kecamatan Pondok Melati, Kota Bekasi (dok. Mugi/KM)

BEKASI (KM) – Menurut Badan Meteorologi, Klimatologi & Geofisika (BMKG), cuaca akhir 2016-awal 2017 cukup ekstrim. Intensitas hujan yang cukup deras akan terjadi merata di semua wilayah. Hampir semua Pemprov dan Pemkot menggembar-gemborkan waspada banjir serta waspada penyakit demam berdarah dengue (DBD).

Namun hal tersebut nampaknya tidak diindahkan di wilayah kecamatan Pondok Melati, kota Bekasi. Camat Pondok Melati Ika Indahyarti nampaknya membiarkan wilayahnya banyak terjadi tumpukan sampah. Saat 1 bulan yang lalu sampai hari ini 17/11 ternyata tanpa rasa beban para aparat kecamatan Pondok Melati hingga para lurah sama sekali tidak merasa risih.

1 bulan lalu, awak media kupasmerdeka.com melewati lokasi tersebut melalui jembatan depan RS Jatirahayu di dekat sekolah Van Der Stur, dan sampai Kamis 17/11 masih saja sampah itu menumpuk, bahkan sudah mulai berserakan di jalan. Menurut warga setempat, Asep, jembatan tersebut baru diperbaiki 2 pekan yang lalu. “Ah lurahnya atau camatnya mah kalau niat tinggal minta bantuan Dinas Kebersihan Kota untuk angkut pake truk kan udah beres. Itu mah gak ada niat aja camat sama lurahnya bang. Padahal dah ada yang korban DBD di daerah sini, asal ujan gede dikit banjir dah tuh deket Pom bensin Kandang Ayam” geramnya.

Saat team kupasmerdeka.com hendak menemui Camat Pondok Melati dan diterima oleh sekretaris kecamatan Gita, menurutnya “Kecamatan baru akan ajukan ke Dinas Bina Marga dan Sumber Daya Air (BMSDA) untuk melakukan pendalaman kali Harun dan sekitarnya, juga pengerukan sampah oleh Dinas Kebersihan kota Bekasi. Kalau di Dinas harus ada kasus dulu baru ada penanganan cepat. Oke saya langsung telepon Lurah Jatirahayu untuk segera angkut tumpukan sampah di lokasi tersebut ya bang,” ujar Gita.

“Lurah Rony bilang hari ini juga (Kamis 17/11) sudah bersih,” kilah sekcam mengikuti ucapan lurah Jati Rahayu, A. Syahroni.

Namun malam ini (17/11) pukul 21:00 WIB saat wartawan KM melintasi daerah yang dimaksud, masih saja tumpukan sampah belum diangkut.

Melihat hal tersebut dengan banyaknya tumpukan sampah di wilayah kecamatan Pondok Melati, Ketua Umum LSM Tuntas Nasional Yoyo Suharyono mengatakan, “agar tim penilai Adipura khususnya pemerintahan kota Bekasi dalam menilai Adipura jangan cuma di wilayah yang sudah di tentukan saja tapi yang di depan mata tidak ada tindakannya. Jangan menunggu dari Dinas Bimarta, kan untuk K3 sudah ada tim dari 4 kelurahan yang ditugaskan setiap hari Sabtu sudah dijadwalkan untuk K3. Sepertinya gak berjalan dan camat harus mengevaluasi hal tersebut,” kata Yoyo.

“Untuk walikota Bekasi, sebaiknya jika ada pejabat kecamatan dan kelurahan yang suka mengabaikan setiap instruksi walikota, gubernur, seperti saga lingkungan, waspada DBD dan siaga banjir serta keluhan warganya. Saya minta Camat, Lurah setempat untuk diganti dengan lebih peduli dengan warga,” geramnya. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*