Warga Siap-Siap Hadapi Pembongkaran Tahap II Bukit Duri

Salah satu warga Bukit Duri yang membongkar rumahnya sendiri (dok. Jack/KM)
Salah satu warga Bukit Duri yang membongkar rumahnya sendiri (dok. Jack/KM)

JAKARTA (KM) – Sepekan setelah pembongkaran tahap pertama Bukit Duri dalam program revitalisasi sungai Ciliwung, warga setempat sudah mulai mempersiapkan diri untuk menghadapi tahap kedua dari pembongkaran pemukiman di pinggir sungai ini.

Hal tersebut tampak pada salah satu ketua RT setempat, BW, yang masih sibuk membongkar rumahnya ketika disambangi oleh KM. “Pembongkaran dilakukan 2 tahap, yang pertama Rabu 28 September lalu, tahap kedua menunggu putusan PTUN tanggal 10/10 mendatang. Ini juga bukan inisiatif saya bongkar rumah sendiri, karena sudah ada surat perintah bongkar dari walikota Jakarta Selatan. Daripada diratain mending saya bongkar sendiri, kan masih bisa dijual untuk tambah ongkos pindah, lagi juga disini penduduknya rata-rata pedagang yang menggantungkan hidupnya di Pasar Mester dan Bukit Duri,” jelasnya.

“Jelas aja warga disini menolak relokasi yang jauh tapi mau gimana lagi, masing-masing punya kepentingan,” ujar ketua RT 07/12 ini.

Lebih Lanjut BW mengatakan, area yang akan dibongkar hingga sejauh 12 meter dari bibir sungai. Menurutnya, seluruh warga diminta pindah dengan mengisi formulir “Rusunawa Rawa Bebek Bekasi, Jawa Barat”.

Yun, salah seorang ibu yang rumahnya belum dibongkar juga mengatakan, “kalau saya sih pengennya ganti lahan aja, masa saya suruh ngontrak, disini saya punya rumah kontrakan sendiri,” sambil menunjukan reruntuhan rumah kontrakannya.

Advertisement

Yun juga menerangkan bahwa sebelumnya, warga setempat dijanjikan Kampung Deret oleh Gubernur sebelumnya, Joko Widodo, agar pemukiman mereka tidak terendam ketika musim penghujan tiba. Namun warga kini kecewa karena kampung deret tersebut tidak menjadi kenyataan, dan warga malah direlokasi ke Rusunawa Rawa Bebek. “Kami disini minta keadilan, dulu kami dijanjikan kampung “DERET” sama Pak Jokowi beliau sendiri yang bikin “LSM Komunitas Ciliwung” untuk menampung aspirasi warga Bukit Duri pinggiran kali, malah sekarang tempatnya dibongkar habis,” tukas Yun, yang tinggal dan menetap di Bukit Duri dari tahun 70-an.

Di tengah puing sisa bangunan di sisi kali, masih tampak musholla berdiri dan tidak dibongkar. Ketika wartawan menanyakan pada US, marbot musholla tersebut, ia mengatakan, “musholla kan fasilitas umum, harus ada surat perintah bongkar tersendiri dari Dinas Wakaf DKI Jakarta. Lagian kalo dibongkar warga mau sholat jamaah dimana? Kan belum semua digusur,” tegas US dengan nada sinis.(jack-dayak)⁠⁠⁠⁠

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*