Terindikasi Korupsi Dana RTLH, Polisi Panggil Kades Sukaharja Ciomas

BOGOR (KM) – Kepolisian Resor Kabupaten Bogor kembali memanggil oknum kepala desa (kades) Sukaharja, kecamatan Ciomas, yang diduga melakukan korupsi rumah tidak layak huni (RTLH). Sang kades, AM, diminta untuk menjelaskan perihal barang bukti uang ratusan juta rupiah yang diduga hasil dari penyelewengan dana untuk rumah tidak layak huni yang berada di wilayah desa Sukaharja.

Kanit 3 Tipikor Polres Bogor yang menangani kasus tersebut, Iptu Azi Lesmana mengatakan, oknum kepala desa ini melakukan pemangkasan anggaran dana RTLH warganya dari sejak tahun 2010 sampai 2014. “Desa yang dipimpinnya selalu mendapatkan dana RTLH dari pemerintah kabupaten Bogor sebanyak 25 KK. Dalam mengucurkan dana tersebut, terduga selalu melakukan penyunatan dana RTLH yang kisarannya berbeda-beda,” jelas iptu Azi sebagai kanit Tipikor Polres Bogor.

Ia pun menambahkan, bukan cuma hanya memangkas angaran, AM pun kerap memanipulasi data untuk laporan penyerapan APDB tersebut. “Tahun 2014, ada tiga KK yang seharusnya menerima bantuan, tapi faktanya tidak,” lanjutnya.

Ia pun menerangkan, ada prosedur yang tidak sesuai juga dalam pengucuran RTLH di tingkat desa Sukaharja. “Terduga mengambil alih kegiatan rehabilitasi rumah tersebut dan seharusnya kegiatan rehabilitasi ini dilakukan LPM, tapi ini justru diambil alih oleh terduga kades Sukaharja. Dari hasil audit BPKP, didapat kerugian keuangan negara sebesar Rp 171.914.500,” ungkapnya

Ia menjelaskan juga, kasus ini sudah tahap dua alias berkas acara sudah dilimpahkan ke pihak kejaksaan negeri (Kejari) Cibinong pada Kamis 13/10. “Terduga terancam pasal 2, 3 dan 9 UU nomor 20 tahun 2001 tentang perubahan atas undang undang nomor 31 tahun 1999 tentang pemberantasan tindak pidana korupsi dengan ancaman pidana maksimal 20 tahun penjara,” ungkapnya.

Saat tim Kupas Merdeka menemui Toni, sekretaris desa Sukaharja, untuk menanyakan kelanjutan perkembangan kasus yang sedang dihadapi oleh kadesnya, Toni mengaku tidak mengetahui bahwa kepala desanya saat ini sedang memenuhi pangilan dari kepolisian.

“Kemarin saya bersama kades, tetapi hari ini saya pun sulit untuk menghubungi kontak teleponnya, selalu tidak aktif. Mungkin memang benar pak Kades sedang berada dalam penyidikan Polres Bogor,” ujarnya.

Sementara itu, di tempat lain saat Rebo keliling (boling) Bupati Bogor Nurhayanti di Cilengsi, ia sempat mengingatkan kepada kepala desa jangan sampai ada yang berani menyunat dana bantuan RTLH, “karena itu memang hak warga miskin untuk tinggal di rumah yang memang layak demi kesehatannya.” (Jamil/Budi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*