Tangkal Peredaran Narkoba, BNN Depok Perdalam Kerjasama dengan Disdik

BNN kota Depok bersama Kepsek SD kota Depok saat kegiatan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkobadi Hotel Santika Depok, Selasa 18/10 (dok. KM)
BNN kota Depok bersama Kepsek SD kota Depok saat kegiatan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkobadi Hotel Santika Depok, Selasa 18/10 (dok. KM)

DEPOK (KM) – Depok yang memiliki julukan kota layak anak, kota religius dan kota bersahabat ternyata disinyalir sebagai kota yang paling empuk untuk transit peredaran narkoba.

Hal ini disampaikan Wakil Kepala Kepolisian Resor (Wakapolres) Kota Depok AKBP Candra Kumara, yang mengatakan, “Depok menjadi kota transit distribusi narkoba di Jabodetabek. Narkoba dari mana pun transitnya di Depok. Pengiriman ke Jakarta, akan transit dulu di kota ini,” katanya, seperti dikutip oleh Tempo.com Juli 2016 lalu.

Menyikapi hal tersebut, BNN (Badan Narkotika Nasional) kota Depok yang saat ini dipimpin oleh Hesti Cahyasari mengadakan kegiatan Advokasi Pembangunan Berwawasan Anti Narkoba. Kegiatan ini diberikan kepada institusi pendidikan tingkat SD pada Selasa 18/10 di hotel Santika, Margonda Depok.

Acara yang dikemas dalam bentuk seminar itu dihadiri oleh 20 kepala sekolah SD di kota Depok.

Seperti telah banyak di ketahui, peredaran narkoba tidak hanya di kota besar, bahkan sudah merambah ke pelosok desa terpencil. Barang haram ini tidak hanya disalahgunakan oleh kalangan remaja tetapi siswa SD pun sudah ada yang menggunakannya. Hal ini juga terjadi di kota medan tahun 2015.

Bercermin pada kasus tersebut BNN kota Depok sebagai focal point dan leading sector dalam hal pencegahan, pemberantasan, penyalahgunaan dan peredaran gelap narkotika (P4GN) di kota Depok merasa perlu untuk memberikan pemahaman akan bahayanya narkoba sejak dini khususnya pada pelajar tingkat SD.

“Kegiatan seperti ini mempunyai nilai strategis serta wujud dari sinergitas antara BNN dan Dinas Pendidikan juga kepala sekolah SD di kota Depok, karena saya yakin para kepala sekolah sebagai gerbang awal untuk menyampaikan hal tersebut kepada anak didik bahkan pada orang tua siswa. Karena ini sejatinya adalah tanggung jawab kita bersama guna mencegah peredaran dan penyalah gunaan Narkoba di tingkat usia SD,” pungkas Hesti kepada KM saat ditemui di ruang kerjanya.

“Perlu ada koordinasi lintas instansi khususnya Dinas Pendidikan, khususnya para kepala sekolah guna menginventarisir dan membahas permasalahan terkait pengedaran dan penyalahgunaan Narkoba yang saat ini sudah sangat mengkhawatirkan. Data penelitian BNN kota Depok dengan Pusat Penelitian Kesehatan (PUSLITKES UI) tahun 2012 menunjukan bahwa 6 dari 100 pelajar sudah menyalahgunakan narkotika dan 3 diantaranya kategori teratur pakai. Modus yang dilakukan para bandar dan pengedar sudah sangat bervariatif bahkan sangat meresahkan masyarakat yaitu beredarnya permen jari,” papar Hesti pada pembukaan seminar tersebut.

“Walaupun humas BNN sudah mengeluarkan press release bahwa permen tersebut tidak mengandung narkotika, tapi masyarakat dihimbau untuk tetap waspada akan ancaman narkotika yang saat ini muncul dalam berbagai bentuk dan jenis,” tegas Hesti.

Paparan itu disetujui oleh perwakilan dari Disdik kota Depok Sukarjo dalam sambutannya. “Saya sepakat dengan BNN kota Depok bahwa modus peredaran dan penyalahgunaannya sudah sangat beragam dan bukan tidak mungkin ke depan akan banyak makanan dan minuman yang disisipkan narkotika didalamnya yang pasti dilakukan oleh bandar yang bertujuan membuat lemah gemerasi muda, khususnya di kota Depok,” papar Karjo.

Menurut Kasie Pencegahan dan Pemberdayaan Masyarakat (P2M) BNN Depok Sunarto, kejahatan narkotika merupakan kejahatan lintas negara yang terorganisir dan membuat dampak kerugian yang sangat besar terutama dari segi kesehatan, sosial, ekonomi, bahkan pada keamanan. Untuk itu perlu adanya strategi pencegahan yang bertujuan untuk membuat imun 98% masyarakat yang belum terkontaminasi narkotika, serta meningkatkan peran serta masyarakar dan pemerintah, khususnya Disdik agar menjadikan pelajar mempunyai pola fikir, sikap juga ketrampilan menolak segala bentuk penyalahgunaan dan peredaran gelap narkoba.

“Masih banyak sekolah di kota Depok yang belum mendapatkan informasi akan bahaya narkotika dan perlu menjadi perhatian dan diperlukan kerjasama antara BNN dengan Disdik serta jajarannya. Hingga kedepannya akan tercipta Depok yang bersih dari peredaran dan penyalahgunaan gelap narkotika,” tegas Sunarto. (Gie)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*