Rebut Kembali Indonesia!

Aksi anggota GMNI pada malam hari Sumpah Pemuda, Kamis 27/10 di Bundaran HI, Jakarta (dok. Desta/KM)
Aksi anggota GMNI pada malam hari Sumpah Pemuda, Kamis 27/10 di Bundaran HI, Jakarta (dok. Desta/KM)

Oleh Wonder Infantri, Ketua Presidium GMNI

Seruan Politik Sumpah Pemuda
(28 Oktober 1928 – 28 Oktober 2016)

REBUT KEMBALI INDONESIA!
Satu Tanah Air
Satu Bangsa
Satu Bahasa Persatuan

Pada 28 Oktober 1928 silam, pemuda Indonesia dari berbagai etnis-agama di seluruh tanah air menyatakan sumpah: satu Tanah Air, satu Bangsa, dan satu Bahasa Persatuan -Indonesia; sebagai platform persatuan gerakan pemuda dalam perjuangan menentang penjajahan Belanda. Arti pentingnya, bahwa solidaritas kebangsaan ini juga perlu menjadi point of view (wawasan) bagi peran serta generasi muda dalam berbagai situasi kebangsaan dewasa ini.
Dengan semangat Sumpah Pemuda itu, PRESIDIUM GMNI perlu menyampaikan beberapa pokok persoalan/kenyataan kebangsaaan sekarang ini, sebagai berikut:

Pengelolaan sumber daya agraria oleh kepentingan sewasta nasional-asing (investasi modal) telah menyebabkan banyak problem keagrariaan yang masih terus berlangsung. Pemerintah Indonesia sendiri dalam banyak kebijakannya, justru menyerahkan sumber-sumber penghidupan milik masyarakat bangsa Indonesia (agrarian/SDA) ini kepada kepentingan asing, dari pada mengupayakan potensi produktif masyarakatnya di dalam mengelolah alam. Sejalan dengan eksploitasi sumber daya agraria tersebut, juga terjadi eksploitasi sumber daya tenaga kerja lewat politik upah murah.

Bahwa agraria dan ketenagakerjaan merupakan arena pertarungan berbagai kelompok kepentingan di dalam ekonomi-politik Indonesia. Umumnya, singgungan kepentingan itu, dari pusat hingga lokal selalu berujung pada provokasi yang menyebabkan konflik suku, agama, ras & antar golongan (SARA) yang terjadi selama ini. Pertentangan dan perbedaan berbagai kepentingan ini bahkan bisa menyebabkan situasi disintegratif di dalam kehidupan sehari-hari masyarakat, bangsa dan Negara kita.

Kaum Marhaen seringkali menjadi korban dalam semua jenis kekerasan ekonomi-politik selama ini. Kasus perampasan tanah masyarakat, pengerusakan lingkungan hidup, pemberangusan kebebasan berserikat, Pemutusan Hubungan Kerja (PHK-sepihak), serta berbagai pelanggaran Hak Asasi Manusia (HAM) masih selalu terjadi di seluruh tanah air Indonesia.

Sehubungan dengan uraian singkat tersebut, pemuda Indonesia harus bisa menjadi mata rantai persatuan di dalam perjuangan bersama Kaum Marhaen melawan segala bentuk penjajahan gaya baru, dan membawa kembali Indonesia ke dalam cita-cita Proklamasi Agustus 1945.

Karena itu, PRESIDIUM GMNI dengan ini menyerukan kepada semua elemen pemuda Indonesia pada umumnya, dan khususnya GMNI di seluruh tanah air, membangun  persatuan gerakan bersama Kaum Marhaen, dan menuntut:

Nasionalisasi Pengelolaan Agraria berdasarkan semangat Pasal 33 UUD 1945;
Upah Layak Nasional demi Masyarakat Adil dan Makmur;
Perlindungan Hak Asasi Manusia bagi seluruh Masyarakat Indonesia, dan
Usut tuntas semua pelanggaran HAM pada bidang agraria dan ketenagakerjaan di tanah air…!

Jakarta, 27 Oktober 2016

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*