Miris, Kepala Sekolah Berkantor di Toilet Siswa

Siswa SDN Tambilung di kecamatan Rumpin lebih memilih untuk duduk di lantai (dok. Irfan/KM)
Siswa SDN Tambilung di kecamatan Rumpin lebih memilih untuk duduk di lantai (dok. Irfan/KM)

BOGOR (KM) – Miris dan sangat menyedihkan melihat kondisi pendidikan di kecamatan Rumpin, kabupaten Bogor, seperti yang terjadi di Sekolah Dasar Negeri (SDN) Tambilung, Desa Mekarjaya, dimana sang kepala sekolah harus berkantor di dalam toilet siswa karena keterbatasan ruangan.

Siswa-siswi dan guru yang mengajar harus menyaksikan 3 ruang kelas dibagi menjadi 6 ruang kelas, dimana setiap ruang kelas dipartisi menggunakan beberapa lembar tripleks usang.

Selain keterbatasan ruang kelas, bangku serta meja belajar sebagian rusak dimakan rayap, diperparah lagi kaki-kaki penyangganya sudah goyang ke kiri dan kanan, sehingga siswa lebih memilih belajar di lantai.

Hal lain juga atap plafon sekolah mulai berubah warna dari putih menjadi kecoklatan karena sering terkena air hujan, sehingga dapat sewaktu-waktu rubuh dan menimpa para siswa dan guru.

Menurut salah satu guru SDN Tambilung, kondisi sekolah yang mempri­hatinkan ini sudah terjadi sejak dua tahun lalu. Bahkan, sudah disampaikan ke Dinas Pendidikan (Disdik) dan DPRD Kabupaten Bogor.

“Kepala Sekolah sudah pernah melaporkan hal ini, karena terlalu bersemangat menceritakan kondisi sekolah, akhirnya pingsan dan langsung dilarikan ke rumah sakit,” ujar guru kelas VI Fuji Darunajat.

Di sisi lain, kepala desa Mekarjaya mengaku sudah mengetahui kondisi sekolah yang sangat memprihatinkan namun tidak dapat berbuat lebih sehingga banyak orangtua murid akhirnya menyekolahkan anaknya ke wilayah kecamatan Leuwiliang yang dianggap lebih layak.

“Saya minta dengan sangat agar Pemerintah Kabupaten Bogor memberi perhatian. Minimnya ruang kelas tersebut harus diperluas, paling tidak di tingkat jadi lantai 2,” ucap Kades Ucu Sunarya.

Ia juga mengatakan setiap kerusakan sarana dan prasarana sekolah itu sudah diajukan pada 2015, cuma anggarannya tidak cukup karena terbagi dengan perbaikan bangunan sekolah lainnya di kecamatan Rumpin.

“[Untuk perbaikan] SDN Tambilung saya sudah ajukan ke anggaran APBD 2016, [berikut juga] Desa Gobang Kukuk sumpung Kelas Jauh, Cipinang Kelas Jauh, sama SDN Sukasari 01,” pungkasnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*