Polres Depok Ungkap Kasus Pembunuhan 2 Pria oleh Dukun Gadungan

(Kanan) Anton, dukun gadungan yang menjadi tersangka pembunuhan 2 santrinya dari Padepokan
(Kanan) Anton, dukun gadungan yang menjadi tersangka pembunuhan 2 santrinya dari Padepokan "Satrio Aji" (dok. KM)

DEPOK (KM) – Dalam pengungkapan kasus pembunuhan 2 pria yang ditemukan mayatnya di Limo, Depok, Sabtu(1/10), pihak Polres Depok menyatakan bahwa otak pembunuhan kedua korban Shendy dan Sanusia adalah Anton, yang merupakan pimpinan padepokan ilmu Hitam “Satrio Aji”.

“Tersangka Anton ini punya Padepokan Satrio Aji di Kampung Sirap, Sukmajaya Depok Jawa Barat. Dia sudah memiliki banyak pengikutnya di Facebook,” ujar Kapolresta Depok Kombes Harry Kurniawan kepada kupasmerdeka.com, Selasa 4/10.

Kombes Harry mengatakan, tersangka sudah satu tahun lebih memimpin padepokan tersebut. Aktifitas di padepokan itu sendiri lebih banyak melakukan ilmu hitam. “Dia mengaku bisa menggandakan uang, emas, kemudian melakukan praktik aji-aji sampai memberikan jimat dan pelet untuk memikat perempuan,” jelas kombes Harry.

Lebih lanjut Harry mengatakan kepada awak KM, praktik ilmu hitam itu rupanya hanya modus penipuan belaka. Alih-alih memberikan ajian kepada para pengikutnya, dukun palsu itu Anton justru melakukan penipuan dengan modus bisa menggandakan uang hingga emas.

Advertisement

Sejumlah barang bukti disita polisi mulai dari emas batangan palsu hingga keris. “Menurut pengakuan sang dukun gadungan,dia bisa menggandakan uang dan emas, akan tetapi kenyataannya, emasnya adalah emas palsu,” tegas Kombes Harry.

Polisi menyita sejumlah emas batangan palsu dari padepokan Satrio Aji. Selain itu, polisi juga menyita sejumlah keris, kain bertuliskan huruf Arab dan sejumlah barang bukti lainnya.

“Sang dukun palsu,  mengeksekusi korbannya Shendy dan Sanusi yang merupakan pengikutnya juga, dengan memberi kopi yang sudah beracun. Sang dukun melakukan hal itu lantaran kesal kerap ditagih uang investasi penggandaan emas oleh kedua korban,” tutup Harry(Lie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*