Musrenbang Desa Parakan Tampung Aspirasi Masyarakat Desa untuk Pembangunan 6 Tahun Kedepan

Kiri-kanan: Danramil Ciomas, Kades Parakan, Camat Ciomas dan Bimaspol saat menghadiri Musrenbang desa Parakan, Senin 17/10 (dok. KM)
Kiri-kanan: Danramil Ciomas, Kades Parakan, Camat Ciomas dan Bimaspol saat menghadiri Musrenbang desa Parakan, Senin 17/10 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Untuk mewujudkan desa yang mandiri, kuat, maju dan demokratis, yang merupakan visi dari Undang-undang Desa, perencanaan pembangunan desa merupakan hal yang sangat penting dalam menentukan langkah-langkah strategis yang akan ditempuh untuk mencapai tujuan pembanguan desa selama enam tahun kedepan.

Pemerintahan desa Parakan kecamatan Ciomas, pada hari ini, Senin 17/10 menyelenggarakan musyawarah perencanaan pembangunan (musrenbang) guna menampung aspirasi seluruh unsur masyarakat akan rencana pembangunan desa.

Musrenbang desa kali ini dihadiri oleh berbagai unsur masyarakat dan juga camat Ciomas Sutrisna, danramil Myr Dahru Cahyo Alam, Bimaspol Aiptu K. Urip Nurbowo dan kepala desa Parakan Itoh Masitoh, di balai kantor desa Parakan. Pada kesempatan itu kepala desa menyampaikan hasil pengkajian keadaan desa acuan kepada peserta musyawarah dan badan permusyawaratan desa untuk menentukan usulan prioritas kegiatan penyelenggaraan pemerintahan desa, pembangunan desa, pembinaan kemasyarakatan desa, dan pemberdayaan masyarakat desa, yang nantinya hasil dari kesepakatan musyawarah tersebut menjadi pedoman bagi pemerintah desa dalam menyusun rancangan RPJM.

Selama diskusi berjalan, peserta musrenbang terlihat antusias menyampaikan usulan serta pandangan tentang prioritas pembangunan yang akan dilaksanakan kedepan untuk mewujudkan visi dan misi pemerintah desa Parakan.

Dalam diskusi itu, Kades Itoh menyampaikan informasi tentang perencanaan pembangunan desa berdasarkan regulasi-regulasi yang telah ditetapkan oleh pemeritah pusat dan daerah. Ia berharap semua unsur masyarakat dapat ambil bagian dalam proses perencanaan. Karena menurutnya pemberdayaan masyarakat tanpa adanya partisipasi masyarakat adalah “sia-sia”.

Adapun aspek usulan dari peserta musrembang desa meliputi pembangunan infrastruktur berupa jalan, pembangunan dan peningkatan layanan dasar, peningkatan ekonomi masyarakat, dan peningkatan SDM desa melalui pelatihan dan bidang pendidikan, serta perencanaan pendirian BUMDesa yang nantinya mampu mengorganisir kebutuhan masyarakat dan pendistribusian. (budi)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*