Lapak Dibongkar, Pemulung Ketiban Rezeki

BOGOR (KM) – Ratusan lapak pedagang di seputaran Pasar Tohaga Parung yang dibongkar Polisi Pamong Praja, kabupaten Bogor pada Rabu 26/10 menyisakan puing-puing yang hampir semuanya rusak berat dan tidak dapat digunakan lagi.

Alat berat Belco yang digunakan Polisi Pamong Praja sebagai senjata utama dalam proses pembongkaran kios-kios pedagang meluluhlantakkan lapak-lapak pedagang satu per satu yang rata-rata terbuat dari kayu dan beratapkan seng.

200 lapak pedagang yang dibongkar, sebagian ada yang ditinggal pemiliknya yang pasrah, sebagian lainnya ikut membantu melakukan pembongkaran.

Tapi hal menarik di balik pembongkaran, ada saja yang diuntungkan, salah satunya pemulung barang bekas yang menganggap hal ini sebuah rezeki dari pekerjaan yang dilakoni.

Menurut Mahmud (45, salah satu pemulung, ia sudah mengetahui jauh-jauh hari akan adanya pembongkaran lapak-lapak pedagang.

“Saya dengar dari pedagang, akan ada pembongkaran dan emang benar sehingga saya bawa karung yang banyak dari rumah,” ucapnya dengan semangat kepada Kupas Merdeka saat ditemui di lokasi pembongkaran.

Selain itu, kata dia, pembongkaran yang dilakukan polisi pamong praja menjadi berkah tersendiri dan keluarga di rumah, berupa plastik-plastik bekas, besi, paku dan seng yang sudah rusak dapat dibawa pulang untuk dijual, tapi tetap izin kepada pemilik lapak agar tidak dituduh maling.

“Alhamdulillah mas, lumayan lah jika laku terjual, sebelum saya ambil saya izin, sekalian rapih-rapih lah, agar bersih lagi,” lanjutnya dengan wajah tersenyum.

“Maunya saya sih, sering-sering tuh Pol PP melakukan penertiban, jadi teman-teman pemulung kebagian rezeki, tapi tidak boleh beringas,” pungkasnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*