Harga Sayuran di Sukabumi Terjun Bebas, Petani Menjerit

Petani sayur (stock)
Petani sayur (stock)

SUKABUMI (KM)  – Sejumlah petani di Sukabumi menjerit ketika harga sayuran turun tajam di pasaran. Diduga musim panen sayuran di sejumlah wilayah Sukabumi cukup meruah sehingga beberapa jenis sayuran yang dipanen membanjiri pasaran sehingga mengalami penurunan harga yang signifikan.

“Coba bayangkan mas, harga sayuran jenis labu siam hanya dihargai Rp. 50 per butirnya. Padahal, harga sebelumnya berada di kisaran Rp. 1500 per butir dari petani, sedangkan jenis lain seperti buncis pun mengalami hal serupa, sekarang dihargai Rp. 1000 per kilogram, sebelumnya bisa menembus Rp. 6000 – Rp. 7000 per kilogram. Kondisi tersebut mengakibatkan para petani banyak yang mengeluh,” ungkap salah seorang petani sayuran di kawasan Caringin, Kadudampit Kabupaten Sukabumi, Asep Supriatna kepada kupasmerdeka.com, Sabtu (29/10/2016).

Asep mengaku heran dengan turunnya harga yang begitu rendah dari biasanya. Karena harga tersebut merupakan harga termurah yang dihadapinya selama berkecimpung di bidang pertanian.

“Saya aneh saja bila harga sekarang lebih anjlok dari sebelumnya,” paparnya.

Akhirnya dia dan beberapa teman yang fokus menanam melinjo hanya bisa pasrah dihadapkan dengan harga anjlok tersebut, sehingga dia memilih untuk tidak memanen sayurannya.

“Ya saya pasrah aja, toh kondisi sekarang juga dirasakan oleh teman-teman lain,” tambah Asep.

Asep berharap, pemerintah bisa mengambil tindakan nyata sehingga upaya untuk menstabilkan kembali harga dapat terasa oleh para petani, khususnya yang bergerak di bidang sayuran.

“Ya pemerintah harus mengambil tindakan untuk menstabilkan kembali harga,” harapnya. (Dedi).

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*