Dugaan Korupsi Cemar Proyek Betonisasi Jalan di Rumpin

Proyek betonisasi jalan di desa Kampung Sawah, Rumpin (dok. KM)
Proyek betonisasi jalan di desa Kampung Sawah, Rumpin (dok. KM)

BOGOR (KM) – Pemerintah kabupaten Bogor melakukan perbaikan infrastruktur jalan yang berada di kecamatan Rumpin, salah satunya titik ruas jalan yang rusak parah pada rute jalan Prada Samlawi, tepatnya dari Kp. Grendong hingga Kp. Gardu Warung Sawah, Desa Kampung Sawah, sepanjang kurang lebih 3 kilometer.

Proyek di bawah kendali Dinas Bina Marga Pengairan (DBMP) Kabupaten Bogor ini adalah proyek peningkatan jalan atau betonisasi, dan mendapat total anggaran dana APBD Kabupaten Bogor sebesar 9,3 miliar rupiah.

Namun dengan nominal angka yang fantastis itu, pekerjaan tersebut diduga tidak sesuai dengan spesifikasi dan dianggap warga dikerjakan secara tidak profesional sehingga mengundang amarah dari warga sekitar.

“Hasil pekerjaannya juga terlihat tidak maksimal. Karena sudah ada betonisasi yang retak-retak,“ ujar salah satu warga Desa Kampung Sawah kepada Kupas Merdeka, Senin (3/10/2016).

Menurut pria yang berambut panjang  dan berkumis tipis ini, keanehan dalam pengerjaan sudah terlihat sejak awal dan telah “tercium bau aroma korupsi.”

Selain itu, kata dia, bahwa menindak lanjuti hal tersebut, akan dilakukan musyawarah dengan warga desa sehingga dapat dilaporkan kepada Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) di Jakarta atau Kejaksaan Negeri Kabupaten Bogor, agar melakukan langkah-langkah penyelidikan.

“Masyarakat Rumpin jangan di anggap bodoh, kita akan bentuk tim agar segera dilakukan tindak lanjut,” tegasnya.

Advertisement

“Saat ini, papan proyek yang juga sudah terpasang di salah satu rumah warga di sekitar tanjakan Kampung Grendong malah dicabut dan entah kemana,“ ujarnya.

Dirinya berharap, pihak konsultan pengawas, PPK, KPA dan DBMP segera melakukan pengecekan dan pengawasan yang lebih ketat dengan turun ke lokasi proyek.

Sementara Kepala Desa Kampung Sawah, Oco Santoso saat dikonfirmasi  terkait proyek tersebut, mengaku baru mendapatkan informasi saat awal mulai pengerjaan saja.

“Saat sosialisasi awal memang sempat menemui saya. Namun selanjutnya, hingga hari ini, belum ada koordinasi lagi,“ tuturnya.

Sementara saat dihubungi Kupas Merdeka melalui telepon selular, penanggung jawab proyek peningkatan jalan bernama Toni, mengatakan jika pengerjaan proyek sudah berjalan seperti apa yang diharapkan.

“Kami melakukan pekerjaan sesuai dengan spek dan gambar yang ada. Jadi semuanya sudah dituangkan ke dalam pekerjaan,“ ucap Toni melalui pesan singkat.

Pantauan KM  di lokasi proyek, terlihat para pekerja terus melaksanakan pengerjaan. Sementara akses lalu lintas, memang agak terganggu karena kendaraan yang melintas, harus menggunakan jalur badan jalan secara bergantian. (Irfan Damar Sinaga)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*