Di Hadapan Walikota, Camat Bogor Selatan Paparkan Titik-titik Macet

Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi Kantor Kelurahan Bondongan, Kota Bogor 3/10 (dok. KM)
Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto saat mengunjungi Kantor Kelurahan Bondongan, Kota Bogor 3/10 (dok. KM)

BOGOR (KM) – Walikota Bogor Bima Arya Sugiarto meninjau wilayah dan kantor kelurahan Bondongan, kecamatan Bogor Selatan Senin 3/10.

Tampak menyambut Walikota Bogor, lurah Bondongan Eman Sulaiman dan Camat Bogor Selatan, Sujatmiko.

Di kesempatan itu Lurah Bondongan memaparkan kegiatan-kegiatan yang sudah terlaksana di wilayahnya.

Setelah memaparkan statistik wilayahnya, lurah juga memberitahukan bahwa pihaknya telah menyalurkan dana bantuan untuk 48 rum,ah tidak layak huni (RTLH) dengan menggunakan APBD 2 (2015) dan 17 RTLH dengan mengunakan APBD 1 (2015), dengan 43 rumah sudah di verifikasi untuk tahun 2016.

Camat Bogor Selatan menambahkan pula tentang sejumlah titik kemacetan yang ada di wilayahnya. “Diantaranya lampu merah Empang, pintu masuk BNR [Bogor Nirwana Residence], dan simpang Batu Tulis, yang memang harus dibenahi,” ungkapnya.

Menanggapi pemaparan itu, Walikota Bogor mengungkapkan bahwa negara atau pemerintah “memang betul-betul hadir, karena wajah yang paling terdekat dengan warga itu adalah kelurahan.”

Bima Arya pun menyindir halus kelambanan aparat untuk menyampaikan tuntutan masyarakatnya, dan mengatakan bahwa dirinya lebih dulu mendapatkan kabar melalui teknologi HP dan media sosial. “Memang saat ini tuntutan dan harapan kepada pemerintah sangat luar biasa, makanya saya sampaikan, aparat itu jangan kalah cepat dengan warga untuk melaporkan, karena persoalan di tengah-tengah warga bisa sampai duluan ke saya melalui teknologi yaitu HP saya dibandingkan lewat laporan aparat. Makanya saya sampaikan segala kegiatan yang ada di kelurahan laporkan ke saya, mau ada kegiatan laporkan atau ada potensi persoalan apalagi segera laporkan ke saya,” tutur Bima.

Advertisement

“Di Bogor ini ada program prioritas, diantara nya kemacetan, PKL dan kebersihan, dan saya minta untuk teman- teman di wilayah untuk sinergi dan lapor di setiap titik-titik kemacetan yang ada dimana saja, seperti yang pak camat sampaikan tadi,” tambahnya.

Bima juga menanggapi kontroversi soal kota Bogor sebagai kota termacet di dunia versi Waze, yang mencuat beberapa waktu lalu.

“Saya yakin kita tidak akan ikhlas kalau Bogor ini disebut kota termacet di Republik dan bahkan sekarang di dunia,” tegasnya.

Ia juga mengomentari soal pentingnya penyaluran dana bantuan pemerintah kepada yang berhak. “Kami ini sangat perduli terhadap bagaimana kesenjangan ini bisa di atasi, makanya kemarin kenapa angka kemiskinan berbeda-beda? Maka mari kita selaraskan jangan sampai yang berhak menerima tidak dapat, kemudian yang tidak berhak malah dapat menerima. Kemarin sudah di evaluasi, coba kita evaluasi lagi permasalahan ini,” ujar Bima.

Selain itu, ia juga mengungkapkan agar aparat tanggap dan lebih aktif dalam membantu pengembangan UMKM di wilayahnya. “UMKM pun sangat luar biasa disini, saya ingin mengangkat UMKM yang ada di wilayah sini agar meningkat. Modal bisa kita carikan ke BJB, pasar bisa kita buatkan pasarnya, tapi saya ingin tahu potensi UMKM nya, tidak ada yang tidak bisa kalau kita selalu bersama-sama,” tutup Walikota. (Jamil)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*