Budayawan Muda Ingin Angkat Potensi Pariwisata Kecamatan Rumpin

Ozos sedang berziarah ke makam Prada Samlawi di Rumpin, Bogor (dok. KM)
Ozos sedang berziarah ke makam Prada Samlawi di Rumpin, Bogor (dok. KM)

BOGOR (KM) – Rumpin, sebagai salah satu kecamatan di kabupaten Bogor, memiliki potensi tersendiri yang tidak dimiliki oleh kecamatan lain. Berangkat dari hal itulah yang memicu Mulya Diva, pria kelahiran Rumpin 29 tahun silam, melakukan napak tilas akan kandungan potensi kampung halamannya.

Kecintaannya terhadap sejarah Rumpin diaplikasikan dengan karya-karya tulis ciptaannya selepas penelusuran wilayah Rumpin.

“Saya bukan seorang penulis, tapi masih belajar menulis, tapi bagaimana caranya Rumpin bisa terkenal, harus lewat menulis seperti mengangkat tapak tilas yang ada dan potensi Rumpin ya harus melalui tulisan,” ucapnya dengan semangat kepada KM saat di temui di sudut ruang rumahnya, Selasa 25/10.

Selain itu, ia menjelaskan, Rumpin memiliki segudang potensi, bukan hanya dalam hal pertambangan, tapi banyaknya wisata alam yang sangat terkenal, diantaranya Situs Gunung Munara, Danau Patenjoan yang berbatasan langsung Rumpin-Cigudeg, wisata Arum Jeram Cisadane, danau yang terletak di Desa Cibodas, pengerajin kursi dari bambu, tusuk sate, opak tutul, jalur motor yang mengacu adrenalin, dan pengrajin alat musik tradisional yaitu angklung.

“Sesuai pendataan yang saya lakukan, potensi Rumpin masih banyak yang belum digali dan dikenal publik, sehingga perlu anak-anak muda yang kreatif dalam usaha mengenalkan potensi Rumpin,” jelasnya.

Pria kelahiran Desa Cipinang ini ingin sekali Rumpin maju disetiap potensi, apalagi dengan banyaknya tapak tilas di jaman kerajaan, jaman wali Allah dan peninggalan Presiden Sukarno pun pernah menapakkan kakinya di tanah Rumpin.

Dari hasil penelusuran pria yang di sapa Ozos, Situs Gunung Munara dulunya bukan bernama Munara tapi Gunung atau Bukit Galuh. Galuh dalam bahasa Sunda asal, berarti asal kehidupan manusia. “Mungkin berawal dari Munara, apalagi Munara banyak ditemukan Tapak Tilas di zaman kerajaan dulu ketika Pajajaran berkuasa di tanah Pasundan. Adanya tempat Tawasul Wali Allah Cirebon, tempat persinggahan perjalanan Sultan Maulana Hasanudin ke Banten, bahkan Presiden Republik Indonesia pun pernah menapakkan kakinya di Bukit Galuh, yang sekarang bernama Munara. Itu bertanda warga Rumpin perlu berbangga, tapi sebagai warga Rumpin, harus kita rawat dan di jaga Situs Gunung Munara,” paparnya.

“Ini hanya versi saya, kemungkinan tercetus nama Rumpin, banyak yang bilang Rumpin itu Rumah Pimpinan atau orang dulu bilangnya Serumah Sepiminpin, itulah Rumpin. Apalagi adanya pejuang Rumpin yaitu Prada Samlawi, Prada Abdullah dan masih banyak lainnya. Kapolda Jawa Barat juga putra asli Rumpin ya, R. Enoh Danu Brata,” tutupnya. (Irfan Damar Sinaga)

Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*