Tidak Lolos Seleksi Anggota BPSK, Peserta Persoalkan Proses Seleksi

Azan (kiri) dan Alfons, 2 peserta seleksi anggota BPSK yang tidak lolos (dok. KM)
Azan (kiri) dan Alfons, 2 peserta seleksi anggota BPSK yang tidak lolos (dok. KM)

BOGOR (KM) – Badan Penyelesaian Sengketa Konsumen (BPSK) Kabupaten Bogor, dalam penyeleksiannya dianggap bermasalah dan tidak sesuai dengan peraturan yang berlaku. Hal itu menurut penilaian anggota peserta yang mendaftar dan tidak lolos seleksi, yakni Alfons dari unsur konsumen dan Adzan dari unsur pelaku usaha.

Alfons menjelaskan perjalanan keikutsertaannya sebagai anggota BPSK. “Di Hotel Orri jalan Citeureup, hari Kamis 11 Juni 2015, saya ikut sebagai peserta. Ternyata tidak diumumkan hasil seleksi. Karena tidak ada pemberitahuan saya anggap sudah diumumkan, ternyata saya mendapat undangan Desember 2015, dari Diskoperindag untuk hadir, untuk diinformasikan tentang hasil seleksi [terselenggara] di hotel Orri,” terangnya kepada KM, beberapa waktu lalu.

Menurut Alfons, ada kejanggalan. “Ternyata, panitia tidak mengumumkan hasil karena syarat administrasi tidak terpenuhi. Dimintalah pendapat saya, solusi boleh diulangi, dengan catatan tidak terulang [rapat] di hotel Orri. Karena gagalnya [rapat penyeleksian] di hotel Orri, persyaratan administrasi, disepakatilah seleksi ulang, diumumkanlah untuk pendaftaran, kita daftarkan. Di hotel Orri dianggap gagal total,” terangnya.

Alfons dan Adzan tidak mengetahui syarat administrasi apa yang tidak terpenuhi. “Tanya aja mereka [panitia seleksi BPSK],” cetusnya.

“Kalau di Orri itu diundang dengan surat resmi, kalo di Diskoperindag undangan hanya via SMS. Sebelum resmi dibuka, saya tanya, apakah peserta ini sudah diseleksi administrasi sesuai dengan keputusan kita dulu, jangan sampai terulang, [gagal seperti rapat di hotel Orri],” kata Alfons.

“Yang diseleksi hari itu hanya [unsur] konsumen dan pengusaha, unsur pemerintah tidak hadir, seleksi terus berlanjut, dah hasilnya diumumkan [di media massa],” jelasnya, diamini Adzan.

Alfons lalu memaparkan persyaratan lengkap tentang anggota BPSK. “Dalam persyaratan diutamakan berdomisili di kabupaten Bogor. Kisman Pangeran, yang berdomisili di kota, sudah menjabat dua periode di kota Bogor sebagai anggota BPSK, dan ikut seleksi lagi di kabupaten Bogor dan lolos seleksi,” katanya.

“Saya yang diberi rekomendasi untuk ikut dari LSM nya Kisman Pangeran,” terang Alfons bingung.

Lebih jauh, Alfons menjelaskan tentang tata cara rekomendasi yang diberikan organisasi. “Saya persoalkan rekomendasi yang dikeluarkan oleh KADIN kabupaten Bogor yang ditandatangi Jaspar Rijal yang menjabat sebagai bagian organisasi, karena diduga asas ketelitian dan kecermatan itu ga ada. Dua rekomendasi yang dikeluarkan KADIN, satu untuk Untung, satu untuk Daa Suryana,” terangnya diamini juga oleh Adzan.

Advertisement

Masih kata Alfons, rekomendasi dari KADIN harus menjabat direktur atau komisaris dalam perusahaan, “sedangkan Daa Suryana, kepala unit pasar, sudah menyalahi aturan, dia bukan anggota KADIN, dia berhak mendapat rekomendasi dari kepala PD pasar, bukan dari KADIN,”

“Saya sudah kirim surat ke KADIN dan dijawab KADIN, itu kesalahan, human error, lalu saya kirim surat juga kepada KADIN provinsi dan membenarkan KADIN kabupaten melakukan kesalahan human error,” tutup Alfons diamini lagi oleh Adzan.

Terpisah, Dinas Koperasi, UKM, Perindustrian dan Perdagangan (Diskoperindag) yang diwakili oleh kepala seksi (kasi) perlindungan konsumen dan staf perdagangan, menjelaskan “Bagi kami, puas tidak puas ya diterima, mohon mengerti, kami sudah maksimal sebagai panitia seleksi,” ujar kasi Jaya Satirin kepada KM, Kamis, 29/9/2016.

Menurut dua perwakilan Diskoperindag, kesembilan peserta yang lulus sebagai anggota BPSK akan dilantik tanggal 3 Oktober 2016 mendatang, dan menjelaskan penilaian tim pansel, “Penilaian itu ranking, pertama berdasarkan memilih soal, kedua pertanyaan, ketiga wawancara oleh tim penguji, dua orang dari kementerian. Kami hanya hasil, tim penilai pihak penguji punya hak prerogatif, sifat harus independen,” terang Jaya, diamini oleh rekannya staf perdagangan.

Dalam pengumuman di KM edisi 20 Maret 2016 silam, “Hasil seleksi Calon Anggota BPSK Kabupaten Bogor yang dilaksanakan pada tanggal 2 Februari 2016, Periode 2015-2020, terseleksi  9 orang peserta dari tiga unsur berbeda. Dari unsur Pemerintah empat orang : 1. Trian Turangga, ST, MM, 2. Ismambar Fadli, SE, M.Si, 3. Hajar Nurcahyo, SH, 4. Ir. Moh. Kisman Pangeran. Dari unsur Pelaku Usaha dua orang : 5. Daa Suryana, SE, MM, 6. Untung Darmo Poedjo , S.Pd. Dari unsur Konsumen tiga orang : 7. Dinalara D. BB, SH, MH, 8. Rita Sri Astuti, SH, 9. Irwansyah,SH. Dinyatakan lulus,” ungkap Jaya Satirin saat itu. (Tengku YusRizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*