SPBU Larang Pengisian Premium untuk Motor

SPBU 34-16912 di jalan Raya Bogor km 30 (dok. Tengku/KM)
SPBU 34-16912 di jalan Raya Bogor km 30 (dok. Tengku/KM)

DEPOK (KM) – Di Stasiun Pengisian Bahan Bakar (SPBU) 34-16912 yang bertempat di Jalan Raya Bogor Km.30, Cimanggis, Depok, penjualan premium hanya dibolehkan dan dikhususkan pada nozzle jalur mobil roda 4, sedangkan sepeda motor dialihkan ke nozzle khusus motor yang sudah berisi bahan bakar Pertalite, tidak ada Premium nya, dan motor tidak boleh ikut antri di nozzle jalur mobil yang menjual Premium.

Konsumen yang akan mengisi bahan bakar premium yang berada pada jalur nozzle mobil dilarang oleh petugas dan diarahkan ke jalur khusus motor yang hanya memiliki nozzle Pertalite/Pertamax. Petugas jaga wanita yang melayani pengisian premium mengatakan, “hanya untuk mobil pak, ga bisa buat motor, disana pak [nozzle pertalite/pertamax –red],” ketusnya dini hari beberapa waktu lalu kepada KM.

Konsumen yang kehabisan bensin tersebut kecewa. “Wah ini sih dipaksa ngisi Pertalite atau Pertamax, jalur Premium hanya untuk mobil, motor gak boleh ngisi [premium],” keluh Ari, salah seorang pemotor.

Petugas pengawas ditemani staf administrasi SPBU 34-16912 menjelaskan, diberlakukannya Premium hanya untuk mobil, setelah jatah pembelian Premium dari Pertamina dikurangi menjadi 8000 kilo liter perhari, pengawas Taryo mengatakan, “Sebulan ya, sejak tanggal 1 Agustus [2016] pembelanjaan Premium kita sudah dikurangi. Jadi Premium khusus untuk mobil,” ujarnya kepada KM, Minggu 4/9.

Advertisement

Ia juga menerangkan bahwa pihaknya mendapat keuntungan yang lebih besar dari penjualan Pertalite dan Pertamax daripada Premium. “(Penjualan premium) Untungnya nya tu cuma Rp. 180 per liter, dari pertamina itu dapatnya,” terang Taryo.

“Justru yang ngabisin [bensin] itu motor,” ungkapnya.

“Kita nyari point dari Pertamina kalau penjualan Pertalite bagus, kita mendapat nilai plus. Ini [Premium] khusus mobil, tempat lain pun sebagian begitu, kita inisiatif dari perusahaan. Motor sudah gak dilayani membeli premium,” lanjut Taryo.

Menurut staf administrasi, kebijakan perusahan yang memberlakukan itu terkecuali SPBU milik pemerintah. “Beda beda ya pak, kalau punya pemerintah pasti diutamain Premium nya, kalo kita swasta perorangan PT Sinar Kasih Sejahtera,” terang Sela.

Terpisah, di hari yang sama, di SPBU 34-16920, masih di Jalan Raya Bogor KM 39, milik perusahaan swasta, masih menjual Premium untuk motor, walau nozzle berada di jalur mobil. Pengawas, Fernando mengatakan, “kita bebas, masih jual Premium kepada motor, cuma kita arahkan pake Pertalite, kalo mau pake Premium silahkan di nozzle jalur mobil,” terangnya. (Tengku YusRizal)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*