Pengecoran Jalan di Kab. Bekasi Langgar Prosedur, Tidak Sesuai Spesifikasi

Pengecoran jalan lingkungan di Desa Tridayasakti, Kec. Tambun Selatan, Kab. Bekasi (dok. Putra/KM)
Pengecoran jalan lingkungan di Desa Tridayasakti, Kec. Tambun Selatan, Kab. Bekasi (dok. Putra/KM)

KAB. BEKASI (KM) – Program pemerintah kabupaten Bekasi dalam peningkatan jalan lingkungan terlihat dalam banyaknya pekerjaan pengecoran jalan. Namun sebagian dari proyek pengecoran jalan itu ternyata tidak sesuai dengan prosedur dan teknis.

Misalnya, pengecoran jalan lingkungan di Kampung Kali Baru Gg Mesjid Nur Ikhlas RT 04/01, desa Tridayasakti kec. Tambun Selatan. Pada saat pekerjaan, tidak adanya pihak dinas terkait, yakni dinas Bina Marga dan Pengelola Sumber Daya Air kab. Bekasi, yang hadir untuk mengawasi. Selain itu, ketika awak media melakukan kontrol di lapangan, plang papan nama proyek  pekerjaan tidak terpasang, sehingga masyarakat tidak bisa mengetahui pekerjaan apa yang sedang dikerjakan dan dari dinas mana yang memberi  pekerjaan tersebut, termasuk berapa anggaran dan nilai proyek.

Dalam pantauan KM, di lokasi proyek ditemukan spesifikasi aggregate menggunakan batu split, yang seharusnya   menggunakan bescost full tetapi ini tidak dilakukan oleh pihak ketiga yaitu kontraktor yang mendapatkan proyek dari pemerintah kabupaten Bekasi.

“Saya tidak habis pikir dengan adanya kerjaan itu, saya lihat sepanjang jalan yang di kerjakan dasarnya tidak memakai bescost  melainkan memakai batu split,” ujar salah seorang warga Kali Baru, Alex kepada KM, Sabtu 27/8.

Advertisement

Alex yang mengakui faham soal teknis bangunan ini melanjutkan, ketebalan berapa dari pekerjaan proyek pun tidak jelas dan papan nama proyek saja tidak ada. “Jadi bagaimana bisa tahu berapa pagu anggarannya yang diserap terkait pekerjaan proyek tersebut?” terang Alex.

“Sangat di  sayangkan sekali,” lanjut Alex, “waktu saat saya lihat pekerjaan itu terlihat ketebalannya hanya 10 cm,
program yang dicanangkan dari sumber dana APBD kab. Bekasi yang notabene uang masyarakat yang begitu fantastis  membuat pekerjaan peningkatan jalan di kabupaten Bekasi hanya asal jadi. Buktinya banyak ditemukan pekerjaan yang tidak sesuai dengan apa yang sudah ditentukan pada rancangan anggaran belanja [RAB], maupun secara teknis.”

“Kepala dinas terkait harus mengambil tindakan tegas untuk pengawas yang ada di lapangan. Yang dikhawatirkan pengawas  lapangan bermain mata dengan pemborong, kongkalikong yang ujungnya masyarakat juga yang dirugikan dari proyek yang tidak sesuai dengan kualitas anggaran yang semestinya,” tandasnya.  (putra tobing)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*