Lurah Tugu: Ketua RT 05/06 dan Kader Jumantik Mendapatkan Gaji “Sajuta”

Ketua RT 05/06 Kelurahan Tugu, H. Parno beserta kader PKK (dok. KM)
Ketua RT 05/06 Kelurahan Tugu, H. Parno beserta kader PKK (dok. KM)

DEPOK (KM) – Para kader Posyandu di Kelurahan Tugu, kecamatan Cimanggis pada saat ini sedang gencar-gencarnya mengawasi dan menerapkan program Pola Hidup Bersih Sehari-hari (PHBS). Hal ini pula yang juga dilakukan oleh Ketua RT 05/06 H. Parno, beserta kader-kader PKK. Ia di temani oleh para pengurus ibu-ibu kader dan juga tidak ketinggalan Lurah Tugu Saiful Hidayat dan ketua koordinator Bank sampah kecamatan Cimanggis, Lolita, mengadakan Monitoring dan Evalusi (Monev) Keamanan, Kebersihan, Kesehatan (K3) dan Pemberatasan Sarang Nyamuk (PSN), Sabtu 17/9.

Saat memberi kata sambutannya, Lurah Tugu menghimbau ketua RT 05/06 serta para kader PKK agar “jangan pernah merasa bosan untuk terus mengajak, mengajarkan juga memberikan contoh bahwa betapa pentingnya dan enaknya menjalankan pola hidup bersih sehari-hari.”

“Bukan cuma manfaat untuk dirinya sendiri bahkan juga manfaat untuk lingkungannya sampai pada anak cucunya. Ketua RT, juga ibu-ibu kader akan memiliki Gaji “SAJUTA” (Sabar, Jujur dan Tawakal) dan ini harus terus dibawa. Yakinlah Allah Swt akan beri kita kemudahan,” pungkasnya.

Seteleh mendapat wejangan dari Lurah, pasukan Jumantik (Juru Pemantau jentik) yang didominasi oleh kaum ibu, berbekal lampu senter memantau keberadaan jenik-jentik nyamuk yang menyebabkan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD) serta penyakit Zika. Menurut keterangan H. Parno, biasanya para Jumantik tersebut memeriksa tiap rumah yaitu bak mandi, tatakan pot bunga, wadah dibagian dispenser, rice cooker

Advertisement
  dan tempat air minum burung di kandang burung, “karena di situlah tempat-tempat yang sering di jadikan nyamuk bersarang.”

“Dari hasil 21 random sampling rumah warga, didapatkan 5 rumah yang terdapat jentik nyamuk. Oleh para kader jumantik diberikan arahan agar warga senantiasa mengganti, menutup tampungan air,” tegas H. Parno.

Di kelurahan Tugu saat ini tidak hanya memiliki kader Jumantik namun tugu juga memiliki 31 bank sampah. Jumlah bank sampah yang ada se-kecamatan Cimanggis ada 70. Lolita sebagai ketua koordinator bank sampah kecamatan Cimanggis yang juga warga Tugu memaparkan bahwa adanya bank sampah tidak hanya meminimalisir penumpukan sampah, “namun lebih daripada itu menjadikan sampah sebagai nilai pendapatan ekonomi bagi ibu-ibu yang tidak mungkin jadi mungkin, yang ga ada uang tabungan jadi ada.”

Lolita menambahkan, inisiatif tersebut didasari oleh UU No. 18 Tahun 2008 tentang persampahan, yaitu pengolahan sampah harus mulai dari sumbernya baik rumah, perkantoran, ataupun tempat hiburan.

Ide ini bergulir sejak era walikota terdahulu, Nurmahmudi Ismail dengan jargon Partai “Ember” yang merupakan singkatan dari Ekonomis, Mudah dan Bersih. “Jika di pengepul lain kita hanya bisa menjual sedikit sekali barang-barang yang sudah jadi sampah, namun di bank sampah yang dimiliki tiap-tiap RW bisa menampung 45 jenis barang seperti kertas, plastik, kaca, mika dan logam,” papar Lolita. (Gie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*