KPAI: Aa Gatot Dapat Dihukum Kebiri

Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh (dok. KM)
Ketua KPAI Asrorun Niam Sholeh (dok. KM)

JAKARTA (KM) – Ketua Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI), Asrorun Niam Sholeh mengatakan hukuman pemberatan yakni suntik kebiri kimiawi layak diterapkan bagi para penjahat seksual. Menurutnya, hukuman ini bisa saja diterapkan bagi Gatot Brajamusti bila dinyatakan terbukti bersalah melakukan kejahatan seksual terhadap anak-anak.

“Perppu 1/2016 tentang Perlindungan Anak begitu ditandatangani oleh presiden, maka serta merta berlaku. Itu berlaku bagi setiap pelaku kejahatan seksual yang memenuhi unsur-unsur kejahatan yang dimaksud dalam Perppu itu,” ujar Niam kepada wartawan KM di Rutan Pondok Bambu, Jl. Pahlawan Revolusi, Duren Sawit, Jakarta Timur, Kamis (15/9/2016).

Dari unsur-unsur kejahatan seksual yang dapat dihukum kebiri di antaranya jumlah korban, perbuatan yang menimbulkan kematian dan kejahatan seksual yang dilakukan secara bersama-sama. “Ini jadi faktor pemberat hukuman terhadap tindak kekerasan seksual kepada anak. Soal besaran hukumannya, diberikan ruang hukuman ini mulai dari hukuman mati, hukuman penjara seumur hidup, hukuman penjara minimal 10 tahun dan maksimal 20 tahun … hukuman tambahan kebiri kimia serta publikasi identitas. Muaranya, itu ada di hakim nanti,” tukas Niam.

Advertisement

Masih menurut Niam, unsur-unsur kejahatan seksual itu terpenuhi dari laporan 8 orang yang mengaku jadi korban pencabulan Aa Gatot. Namun Niam menegaskan, pembuktiannya berada di tangan penegak hukum. “Pembuktian atas unsur-unsur tindak pidana berada di ranah aparat penegak hukum. Tapi berdasarkan laporan ke KPAI, dari beberapa unsur tersebut ada,” tegas Niam. (Jack-Lie)

Advertisement
Komentar Facebook

Leave a comment

Your email address will not be published.


*


%d bloggers like this: